Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 7 Jul 2025 22:06 WIB

Diduga Bunuh Diri Akibat Depresi, Pria di Wonogiri Ditemukan Meninggal Didalam Luweng Rejoso


					Diduga Bunuh Diri Akibat Depresi, Pria di Wonogiri Ditemukan Meninggal Didalam Luweng Rejoso Perbesar

Tim gabungan melakukan evakuasi seorang pria meninggal didalam Luweng Rejoso

PanselaNews.com [WONOGIRI]— Polres Wonogiri bersama tim gabungan dari BPBD, dan Tim SAR Kabupaten Wonogiri berhasil mengevakuasi seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam Luweng atau Goa Vertikal Rejoso, Dusun Bogor, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Senin, 7 Juli 2025.

Korban diketahui merupakan seorang laki-laki inisial S (52), seorang petani asal Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri.

Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, korban telah lama mengalami depresi karena permasalahan ekonomi dan pisah ranjang dengan istrinya sejak Maret 2023.

BACA JUGA  Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 500 Meter pada Minggu Pagi

Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, menjelaskan, penemuan berawal dari saksi yang yang mencium bau menyengat di sekitar Luweng Rejoso.

Saksi Joko Purwanto kemudian mencari sumber bau tersebut dan melihat adanya sesosok mayat di dalam luweng. Ia kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Paranggupito.

Tim gabungan dari Polsek Paranggupito, staf Kecamatan Paranggupito, dan BPBD Wonogiri langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Medan terjal dan kedalaman Luweng sekitar 50 meter membuat proses evakuasi memakan waktu cukup lama.

BACA JUGA  Deklarasi Zero Anarko, Elemen Masyarakat di Kabupaten Wonogiri Tolak Anarkisme

“Evakuasi dilakukan mulai pukul 13.00 WIB dan korban baru berhasil diangkat sekitar pukul 17.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi jasad sudah membusuk,” jelas Anom.

Berdasarkan pemeriksaan medis dari Puskesmas Paranggupito, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar lima hari sebelumnya. Tubuh korban ditemukan telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Dari keterangan keluarga, korban memang hidup menyendiri di sebuah gubug di tegalan miliknya dekat Luweng Rejoso sejak pisah ranjang dengan istri. Bekal makanan rutin dikirim sang ibu, tetapi beberapa hari terakhir bekal tersebut tak pernah diambil.

BACA JUGA  Polda Jateng Imbau, Ngabuburit Tidak Diwarnai Pelanggaran Lalu Lintas

Kasihumas menambahkan, pihak keluarga menduga kuat korban sengaja mengakhiri hidup dengan melompat ke dalam Luweng karena mengalami depresi.

“Keluarga korban menganggap peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lanjutan,” ujarnya

Dengan kejadian ini, Polres Wonogiri mengimbau masyarakat agar selalu peduli dengan kondisi lingkungan sekitar, terutama keluarga yang mengalami permasalahan mental atau depresi, agar peristiwa serupa tidak terulang.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 538 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini