PanselaNews.com [Wonogiri] – Belum hilang dari ingatan publik mengenai dugaan penyimpangan anggaran bantuan keuangan provinsi (Bankeuprov) Jawa Tengah di Desa Hargosari, kini muncul laporan serupa dari Desa Nungkulan, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Dana senilai Rp400 juta yang dicairkan pertengahan Desember 2024 diduga tidak sepenuhnya digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Suryatno S Wibowo, Ketua LSM Putra Perwira Bangun Bangsa (PPBB) Wonogiri, mengungkapkan bahwa material untuk proyek pembangunan jembatan di desa tersebut belum sepenuhnya tersedia di lokasi. “Ini ono dana Banprov [bantuan provinsi] yang cair pertengahan Desember [2024] tapi dropping material belum selesai, bahkan ada yang belum,” ujarnya saat konferensi pers pada Senin, 20 Januari 2025.
Melalui video yang dibagikannya, Suryatno menunjukkan kondisi jembatan Ngasem yang sedang dalam proses pembangunan. Dalam video berdurasi 24 detik tersebut, terlihat fondasi yang digali namun material seperti besi dan semen belum ada di lokasi. “Padahal sudah CMS dan menurut info, penyedia barang bukan dari warga lokal,” tambahnya.
Lebih jauh, Suryatno menjelaskan mengenai talud di Dusun Gempolan yang juga terindikasi tidak sesuai spesifikasi konstruksi. Ia menegaskan bahwa kedalaman fondasi talud seharusnya mencapai 71 cm, sementara yang ada hanya sekitar 30 cm. “Ini jelas melanggar standar konstruksi yang benar,” tegasnya.
Baca juga: Dugaan Proyek Fiktif Rp1,05 Miliar di Wonogiri Dilaporkan ke APH
Hingga berita ini diturunkan, perangkat desa dan instansi terkait belum memberikan konfirmasi mengenai dugaan penyimpangan ini. Suryatno juga menekankan bahwa jika laporan pertanggungjawaban (SPj) sudah dibuat dan dilaporkan ke Provinsi Jawa Tengah, sementara pekerjaan belum selesai, maka ada indikasi pemalsuan yang dapat berujung pada tindak pidana korupsi.(tw)
Editor: Tri Wahyudi









