Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 5 Mei 2025 14:07 WIB

Gubernur Jateng Hapus Pungutan SMA Negeri, Biaya Pendidikan Ditanggung Pemerintah


					Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dialog pendidikan di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur, Senin, 5 Mei 2025. (Foto: Zulkarnain) Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dialog pendidikan di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur, Senin, 5 Mei 2025. (Foto: Zulkarnain)

Ahmad Luthfi: Komite Sekolah Hanya Boleh Terima Sumbangan Sukarela

Panselanews.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh SMA Negeri di Jawa Tengah tidak boleh lagi memungut biaya dari orang tua murid. Pemerintah telah menanggung seluruh pembiayaan pendidikan, termasuk melalui dana BOS dan BOSDA. Pernyataan ini disampaikan usai dialog pendidikan di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur, Senin, 5 Mei 2025.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hapus pungutan SMA Negeri, biaya ditanggung pemerintah. Komite hanya terima sumbangan sukarela. (Foto: Zulkarnain)

Luthfi merujuk Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 yang melarang komite sekolah meminta atau memungut biaya dari orang tua. “Komite sekolah hanya boleh menerima sumbangan sukarela tanpa paksaan,” ujarnya. Ia meminta komite sekolah mensosialisasikan aturan ini kepada wali murid untuk menghindari kesalahpahaman.

Dalam dialog tersebut, guru SMAN 1 Semarang, Laksono, mengeluhkan kendala pembiayaan kegiatan P5 Kurikulum Merdeka yang belum tercover dana BOS. Ia menyebut sumbangan sukarela sering memicu laporan pungli. Luthfi menegaskan sekolah harus transparan dan tidak membebani orang tua.

Gubernur meminta masyarakat melaporkan jika masih ada SMA Negeri yang menarik pungutan. “Segera laporkan, kita akan evaluasi,” tegas mantan Kapolda Jateng itu. Langkah ini bertujuan memastikan pendidikan gratis dan bebas pungli di Jawa Tengah.

Dialog di Rumah Rakyat ini menjadi wadah menampung aspirasi pendidik dan wali murid. Luthfi berharap komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua dapat menciptakan persepsi yang sama soal pendanaan pendidikan, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka tanpa beban finansial.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini