PanselaNews.com, Yogyakarta – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan status Level III (Siaga) per Jumat, 21 Februari 2025. Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 50 meter dari puncak. Sebanyak 8 kali guguran lava tercatat mengarah ke barat daya, yakni ke Kali Bebeng, Kali Sat/Putih, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter dari puncak.
Data seismograf mencatat 142 kali guguran, 11 kali gempa hybrid/fase banyak, dan 1 kali gempa tektonik jauh. Cuaca di sekitar Merapi bervariasi dari cerah hingga mendung dengan suhu udara berkisar 17,9-27°C. Intensitas curah hujan mencapai 10 mm per hari.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di zona potensi bahaya, yang meliputi Sungai Boyong (5 km), Bedog, Krasak, Bebeng (7 km), Woro (3 km), dan Gendol (5 km). Masyarakat juga diharapkan waspada terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat hujan.
Baca juga: Tragedi Pantai Drini: Belasan Murid SMP Mojokerto Terseret Ombak, Tiga Tewas, Satu Masih Hilang
“Suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran tetap tinggi. Masyarakat diharapkan mematuhi rekomendasi yang diberikan,” pernyataan dikutip dari MAGMA INDONESIA.
Sumber: MAGMA INDONESIA









