Data Akurat demi Intervensi Cepat
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menggelar rapat dengan Kadinsos Imam Maskur dan Kepala BPS Jateng Endang Tri Wahyuningsih di ruang kerjanya pada Kamis (13/2/2025). Rapat ini menindaklanjuti kunjungan Mensos Syaifullah Yusuf untuk memvalidasi Data Terpadu Sosial dan Ekonomi (DT-SEN) demi program kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin mengawal kewajiban pemerintah pusat, karena itu juga bagian dari tugas kami,” ujar Gus Yasin, menegaskan komitmen Jateng.

Rapat ini menindaklanjuti kunjungan Mensos Syaifullah Yusuf untuk memvalidasi Data Terpadu Sosial dan Ekonomi (DT-SEN) demi program kesejahteraan masyarakat./ Foto: Syahidan
Fokus utama rapat adalah DT-SEN, pengganti DTKS, yang diharapkan lebih tepat sasaran untuk bansos dan pengentasan kemiskinan. Gus Yasin menyoroti pentingnya validasi data agar intervensi cepat dilakukan. “Kalau kemiskinan harus antri dulu, kami enggak mau. Harus ada percepatan,” tegasnya. Ia juga mempertanyakan nasib program Kartu Jawa Tengah Sejahtera jika DT-SEN diterapkan, mengusulkan penyesuaian agar tetap relevan bagi warga miskin yang belum terjangkau.
Baca juga: Gus Yasin: Satu OPD Wajib Dampingi Satu Desa Binaan Jateng
Kadinsos Imam Maskur menjelaskan, DT-SEN mengintegrasikan data DTKS dengan P3KE, PLN, Regsosek, dan Pertamina, menghasilkan 1,7 juta penerima yang diverifikasi oleh 4.900 pendamping PKH. Sementara itu, Endang dari BPS menyebut data ini mencakup detail “by name, by address” untuk mendukung berbagai program, seperti RTLH dan jamban. “Lebih efektif, insya Allah,” katanya. Validasi ini memastikan bantuan sampai tepat waktu tanpa antrean panjang seperti pendaftaran haji.
Gus Yasin juga menggandeng Pentahelix, seperti JSA, untuk memperluas intervensi. Rapat ini menegaskan peran Jateng dalam mendukung kebijakan pusat sekaligus menyesuaikan program lokal. “Kami akan koordinasikan agar pelayanan lebih baik,” ucapnya. Dengan DT-SEN, Pemprov Jateng berharap mempercepat penanganan kemiskinan dan meningkatkan akuntabilitas data sosial di 2025, mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(*)









