Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 14 Jan 2026 20:34 WIB

Hujan Ekstrem Landa Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen


					Hujan Ekstrem Landa Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Foto: Dok. Istimewa) 

 

 

PanselaNews.com [SURAKARTA] — Hujan ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah Jawa Tengah, berisiko mengakibatkan gagal panen.

Untuk melindungi petani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepala daerah kabupaten/kota yang wilayahnya yang terdampak cuaca ekstrem, segera mengajukan asuransi gagal panen.

Arahan itu disampaikan dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026, di The Sunan Hotel, Kota Surakarta pada Rabu, 14 Januari 2026.

BACA JUGA  Raffi Ahmad Ajak Generasi Muda Melek Riset Melalui Kolaborasi dengan BRIN

Beberapa daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir meliputi Kudus, Pati, dan Jepara. Banjir yang melanda di tiga daerah tersebut berdampak hingga ke lahan pertanian warga.

Luthfi meminta pemerintah kabupaten setempat, segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk pengurusan asuransi.

“Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

Luthfi menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tidak bisa dihindari. Namun, dampaknya tetap bisa ditekan, melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Dia menekankan pentingnya penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP), dalam penanganan bencana di kabupaten/ kota, termasuk kesiapan pemerintah daerah menetapkan status darurat, membentuk satuan tugas (satgas), dan memastikan dukungan logistik, serta layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Menurut gubernur, pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri, tapi butuh kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Launching 157 Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan (dukungan) para bupati/ wali kota,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan komitmen ketahanan pangan itu menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah, mewujudkan swasembada pangan 2026, termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).

Sumber: Humas Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini