PanselaNews.com, Bogor – Kunjungan kenegaraan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (12/2), menandai babak baru hubungan strategis Indonesia-Turkiye. Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyebut kunjungan ini sebagai momentum bersejarah, tidak hanya merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, tetapi juga memperkuat komitmen kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, hingga budaya.
Dalam pertemuan High Level Strategic Council pertama—forum bilateral tertinggi kedua negara—kedua pemimpin membahas langkah konkret peningkatan kemitraan. Prabowo menegaskan pertemuan berlangsung “intensif dan produktif” dengan fokus pada percepatan kerja sama infrastruktur, perdagangan, dan investasi. “Ini langkah awal menuju 100 tahun kemitraan Indonesia-Turkiye,” ujarnya.

Dalam pertemuan High Level Strategic Council pertama—forum bilateral tertinggi kedua negara—kedua pemimpin membahas langkah konkret peningkatan kemitraan/ Foto: BPMI Setpres
Erdoğan menyatakan, kerja sama strategis yang dirintis sejak 2011 kini memasuki fase lebih matang. “Kami berdiskusi detail untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga $10 miliar dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya. Kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi di sektor pertahanan, termasuk transfer teknologi dan produksi alat militer.
Baca juga: Kunjungan Kenegaraan Erdoğan: Memperkuat Diplomasi Indonesia-Turkiye di Usia 75 Tahun
Data Kementerian Luar Negeri mencatat, nilai perdagangan Indonesia-Turkiye mencapai $3,5 miliar pada 2023, dengan potensi pertumbuhan signifikan melalui kesepakatan preferential trade agreement (PTA). Kunjungan ini juga menghasilkan nota kesepahaman di bidang pendidikan, pariwisata, dan energi terbarukan.
Sumber: BPMI Setpres









