Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 10 Okt 2025 18:20 WIB

Infrastruktur dan Pengurangan Dana Transfer Pusat jadi Pembahasan Hangat dalam Penyusunan APBD Trenggalek 2026


					Infrastruktur dan Pengurangan Dana Transfer Pusat jadi Pembahasan Hangat dalam Penyusunan APBD Trenggalek 2026 Perbesar

 

PanselaNews.com[TRENGGALEK]- DPRD Trenggalek menggelar sidang Paripurna dengan agenda jawaban bupati atas pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah [Raperda] tentang APBD tahun anggaran 2026.

Dalam pembahasan tersebut, infrastruktur jalan dan pengurangan dana transfer pusat masih menjadi topik hangat dalam pembahasan APBD Trenggalek tahun mendatang.

Hal ini menjadi perhatian karena masyarakat menanti betul perbaikan beberapa ruas jalan di Kabupaten Trenggalek yang mengalami kerusakan berat hingga sedang.

Sementara itu dana transfer pusat ke daerah di tahun 2026 nanti mengalami pengurangan yang cukup signifikan Rp.153 miliar.

Tentunya angka ini sangat berpengaruh pada kemampuan APBD di kabupaten-kabupaten kecil seperti Trenggalek. Untungnya dari pengurangan itu ada alokasi anggaran DAK non fisik untuk Tunjangan Profesi Guru sekitar Rp. 15 miliar dan usaha lobi Bupati Trenggalek ke pusat untuk DAK fisik sebesar kurang lebih Rp.19 miliar.

Doding Rahmadi, Ketua DPRD Trenggalek mengatakan,  “dari teman-teman fraksi, semuanya banyak yang menanyakan tentang efisiensi kita dari pusat. Terus tentang infrastruktur. Jadi ada dua hal itu yang besar yang ditanyakan oleh teman-teman,” katanya usia memimpin sidang paripurna DPRD, Jum’at, 10 Oktober 2025.

BACA JUGA  Cegah Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu, Satlantas Polres Wonogiri Pasang Polisi Tidur

Kita untuk Kabupaten Trenggalek itu turun total sebesar Rp.153 miliar, akan tetapi ada penambahan. Jadi tidak semua sektor itu turun, tetapi ada penambahan sekitar Rp. 33 miliar kalau tidak salah. Totalnya sebesar Rp.120 miliar yang terkurangkan.

Sebenarnya apa to yang dikurangi, Ketua DPRD Trenggalek ini menjelaskan, “yang pertama yang dikurangi dana desa. Dana desa ini dikurangi Rp24 miliar. Terus yang kedua sana bagi hasil itu pengurangannya agak ekstrem, Rp47 miliar. Kuota terbesar di dalam bagi hasil ini, dana cukai yang kemarin tahun 2025 sebesar Rp32 miliar, sekarang 0. Makanya turunnya sampai dengan Rp47 miliar,” terang Doding.

Masih menurut politisi PDIP itu, ada lagi dana bagi hasil sumberdaya alam. Contoh perikanan kalau kita dikelola oleh pusat, itu hasilnya pusat sedikit-sedikit berbagi dengan kita. Itu ada penurunan Rp14 miliar.

Selanjutnya itu DAU, yang kita gunakan untuk gaji pegawai dan operasional. Didalamnya yang agak ekstrem itu pegawai PPPK rekrutan yang terakhir kita tidak dibayari. Jadi kita harus membayari sendiri itu sebesar Rp 43 miliar.

BACA JUGA  Gaji Ke-13 2025: Bonus Juni untuk ASN hingga Pensiunan, Cek Nominalnya!

Yang terakhir insentif fiskal. Kalau kita kinerjanya baik, SAKIP nya, pelaporannya, terus Adipura dan sebagainya itu seharusnya kita mendapatkan insentif fiskal saat ini kita masih 0. Sementara kemarin kita dapatnya Rp31 miliar.

Yang menggembirakan itu, Dana Alokasi Khususnya [DAK] itu yang non fisik kita naik Rp 15 miliar. Dana alokasi khusus ini di tujukan untuk Tunjangan Profesi Guru, karena kita kemarin merekrut banyak PPPK guru, akhirnya ini dinaikkan.

Terus yang selanjutnya lagi kemarin ada kabar pusat menambahi DAK untuk infrastruktur yang Rp 43 triliun itu.  Alhamdulillah pak bupati gercep langsung ke Jakarta, ke Kementrian dan sebagainya, akhirnya alhamdulillah kita dapat tambahan Rp19 miliar untuk jalan.

Jadi totalnya dari pengurangan Rp153 miliar, ditutup kenaikan tunjangan profesi guru sama DAK fisik sebesar total Rp33 miliar, akhirnya kita minus Rp 120 miliar.

Terus bagaimana kita menutupi kekurangan Rp129 miliar, ya ini yang harus kita bicarakan serius. Kemarin kita dengan TAPD itu sedah membuat rancangan, nanti teman-teman di komisi-komisi untuk memperdalam.

BACA JUGA  Wonosobo Jadi Percontohan Audit HAM Nasional, Wagub Jateng: Pemprov Siap Mengawal 

Untuk APBD tahun 2026 akhirnya kita Rp1,9  triliun dan kita akan mengusahakan ini dengan tambahan anggaran pinjaman. Kalau tidaka ada pinjaman APBD kita sekitar 1,8 triliun, karena turunnya dana transfer sebesar Rp120 miliar. Karena ini kebijakan dari pemerintah pusat dan kita itu anaknya pemerintah pusat, apapun yang menjadi keputusan pemerintah pusat kita harus ikut.

Jadi kita ambil hikmahnya saja. Kalau kita harus mengencangkan ikat pinggang, ya kita harus kencangkan. Yang terpenting strategi kita adalah, untuk program kerakyatan itu tidak terpotong. Akhirnya strategi kita untuk belanja-belanja di dalam  birokrasi dan sebagainya harus kita ketati bersama. Tapi untuk belanja infrastruktur menurut saya justru harus ditambahi.

“Contoh pak bupati ada tambahan DAK dan sebagainya, nanti di pembahasan komisi kalau ada penambahan-penambahan akan kita masukkan ke infrastruktur, sehingga masyarakat tidak merasakan imbas seperti ini dan kita di birokrasi semakin efisien dalam kita menggunakan pola kebijakan di birokrasi,” tandasnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini