Rakor Zero ODOL di Korlantas Polri Perkuat Komitmen Keselamatan Lalu Lintas
Panselanews.com [JAKARTA] – PT Jasa Raharja menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah Indonesia Menuju Zero ODOL (Over Dimension dan Overload) 2025 untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan kerusakan infrastruktur jalan. Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, pada Rabu (04/06/2025), yang dipimpin Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Rakor dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo RM Manuhutu, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, dan Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana. Fokus utama adalah langkah strategis menuju transportasi jalan yang aman dan berkelanjutan.
Wamenhub Suntana menyoroti dampak buruk kendaraan ODOL, seperti kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan, dan emisi BBM berlebih yang mengganggu iklim. “Pemerintah berkomitmen mencapai Zero ODOL 2025 melalui sosialisasi dan langkah bertahap. Ini demi keselamatan dan masa depan anak cucu kita,” ujarnya. Ia mengapresiasi Korlantas Polri yang telah memulai sosialisasi di seluruh jajaran.
Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa ODOL merupakan pelanggaran serius, merujuk Pasal 277 dan 307 UU No. 22 Tahun 2009, yang dapat diproses secara pidana. Namun, ia menekankan pendekatan awal berfokus pada edukasi dan sosialisasi. “Kami mulai dengan pendataan, pemasangan stiker peringatan, dan normalisasi kendaraan, baik milik pribadi maupun korporasi, sebelum penegakan hukum,” jelasnya.
Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. “Kendaraan ODOL menyumbang tingginya angka kecelakaan. Data kami mencatat 6.390 korban meninggal pada 2024 dan 2.203 korban hingga Mei 2025 dari 7.485 kasus kecelakaan,” ungkapnya. Ia menegaskan Jasa Raharja siap berkolaborasi dengan Polri dan stakeholder untuk mewujudkan transportasi yang aman.
Data Kementerian PUPR 2022 menyebutkan kerugian akibat kerusakan jalan oleh ODOL mencapai Rp43 triliun per tahun. Sementara, Kementerian Perhubungan 2024 mencatat 30-40% kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan berat, dengan lebih dari 200 kasus ODOL pada 2023. Rakor ini menjadi langkah awal menuju sistem transportasi jalan yang lebih aman, andal, dan ramah lingkungan, dengan Jasa Raharja sebagai mitra aktif pemerintah. (triantotus)
Editor: Tri Wahyudi










