Ahmad Luthfi Dorong Perlindungan PMI
PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengumumkan pembentukan role model untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di 35 kabupaten/kota. Langkah ini diambil karena Jateng menjadi penyumbang PMI terbesar kedua setelah Jatim, dengan 66.611 pekerja pada 2024. “Kami siapkan pendampingan dan pelatihan,” ujarnya saat bertemu Menteri Abdul Kadir Karding, Selasa (15/4/2025).

Ahmad Luthfi siapkan role model lindungi PMI Jateng, cegah penipuan dan dorong penempatan legal ke luar negeri. (Foto: Zulkarnain)
Data menunjukkan 14.361 PMI asal Jateng ditempatkan hingga Maret 2025, terpusat di Cilacap, Kendal, dan tujuh kabupaten lain. Tujuan utama meliputi Hong Kong, Taiwan, hingga Jerman. Luthfi menekankan penyelarasan rekrutmen dan pemberangkatan agar seragam, mencegah penipuan dan eksploitasi pekerja.
Luthfi menyebut PMI sebagai pahlawan devisa, namun memerlukan pengawasan ketat. “Kami sinergikan agar PMI benar-benar terlindungi, bukan tertipu,” katanya. Ia memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan membuat sistem terpadu, termasuk aplikasi untuk memudahkan proses migrasi yang legal.
Menteri Abdul Kadir Karding menyoroti pentingnya ekosistem pelatihan untuk PMI berketerampilan menengah ke atas. “Bekerja di luar negeri bukan hanya soal ekonomi, tapi transfer ilmu,” ujarnya. Ia mendorong peraturan daerah dan wadah khusus untuk mengurangi pengangguran melalui penempatan PMI yang prosedural.
Baca juga: Ahmad Luthfi Tawarkan Investasi Hijau dan Wisata Religi Jateng
Karding juga meminta sosialisasi masif untuk mencegah keberangkatan ilegal, yang kerap berujung pada kekerasan dan human trafficking. Dengan kolaborasi Pemprov dan kabupaten/kota, Jateng diharapkan menjadi model perlindungan PMI, memastikan kesejahteraan dan keamanan pekerja di luar negeri.(*)









