PanselaNews.com [Jakarta] – Tim Search and Rescue (SAR) terus berusaha keras mencari korban longsor yang terjadi di Desa Tempuran, Pekalongan. Hingga saat ini, total 25 korban telah ditemukan meninggal akibat bencana alam tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa operasi pencarian ini dilakukan dengan mematuhi standar operasional selama tujuh hari penuh. “Dua korban terakhir berhasil dievakuasi pagi ini dari timbunan longsor di sektor 3,” ungkap Budiono saat diwawancarai oleh Pro 3 RRI pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Baca juga: Update Longsor di Petungkriyono Pekalongan: Total Meninggal 23 Orang, Pencarian Berlanjut
Proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR tetap berjalan meskipun cuaca sering kali berubah menjadi tidak menentu. “Kami tetap fokus bekerja dari pagi hingga siang hari, saat kondisi dinilai lebih aman,” kata Budiono.
Dirinya juga berharap agar satu korban yang masih hilang dapat segera ditemukan sebelum batas waktu pencarian selesai. Sebagai langkah pencegahan, pihak terkait mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan. Sosialisasi akan dilakukan lebih lanjut agar risiko bencana dapat diminimalkan di masa mendatang.
Lebih lanjut, Budiono mengungkapkan bahwa hingga saat ini, intensitas hujan di wilayah Pekalongan masih tinggi. Meskipun demikian, optimisme tetap hadir di antara tim di lapangan. “Semoga cuaca mendukung, sehingga seluruh korban dapat segera ditemukan,” tutupnya.(*)
Sumber: RRI
Editor: Tri Wahyudi









