Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Jawa Tengah · 24 Mar 2025 16:34 WIB

Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Tekan Harga Pangan Jelang Lebaran 2025 di Jateng


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membeberkan strategi untuk menekan kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) yang melampaui harga acuan pemerintah (HAP) menjelang Lebaran 2025. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring pada Senin (24/3/2025)/ Foto: Zulkarnain Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membeberkan strategi untuk menekan kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) yang melampaui harga acuan pemerintah (HAP) menjelang Lebaran 2025. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring pada Senin (24/3/2025)/ Foto: Zulkarnain

Pemerataan Pasokan Antar-Kabupaten Jadi Kunci Kendalikan Inflasi

PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membeberkan strategi untuk menekan kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) yang melampaui harga acuan pemerintah (HAP) menjelang Lebaran 2025. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring pada Senin (24/3/2025), Luthfi menekankan pemerataan pasokan pangan antar-kabupaten/kota berbasis potensi wilayah. “Kita buat masing-masing kabupaten/kota untuk hindari inflasi dengan maksimalkan potensi wilayah. Koordinasi antardaerah,” ujarnya, menyoroti pentingnya logistik dalam menyeimbangkan kebutuhan pangan seperti daging, telur, cabai, dan bawang merah.

Ahmad Luthfi tekan harga pangan Jateng jelang Lebaran 2025 dengan pemerataan pasokan. Cabai rawit Rp 85 ribu jadi pemicu inflasi./ Foto: Zulkarnain

Strategi ini, menurut Luthfi, memanfaatkan kekhususan produksi daerah untuk mengatasi disparitas harga. “Kalau harga bawang merah tinggi, hasil (panen) di Brebes digeser (daerah lain). Cabai juga geser, tinggal koordinasi kebutuhan logistiknya kita,” katanya. Ia optimistis intervensi langsung oleh dinas terkait dapat meratakan deviasi harga antarwilayah, sehingga inflasi lebih terkendali. Rapat yang diadakan di kompleks Kantor Gubernur Jateng ini juga dihadiri Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi gejolak harga menjelang Idul Fitri.

BACA JUGA  Polisi Amankan Gangster Akan Lakukan Aksi Tawuran di Pati

Luthfi menyebut kenaikan harga saat ini dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat jelang hari raya, ditambah faktor eksternal seperti curah hujan tinggi dan hama patek. “Harga bapokting kalau lihat HAP, tidak terlalu naik signifikan, kecuali cabai rawit merah keriting (capai) Rp 85 ribu,” ungkapnya. Data pada pekan ketiga Maret 2025 menunjukkan cabai rawit merah di Jateng tembus Rp 85 ribu, jauh di atas HAP, akibat gangguan hasil panen. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan, “Posisi Jateng saat ini, Indeks Perkembangan Harga (IPH) 2,23 persen. Pemicunya cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras,” menegaskan tantangan serupa juga terjadi secara nasional.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Hadiri Pemakaman Nyai Djamilah, Sosok Panutan Jateng

Baca juga: Imbauan Polda Jateng: Cegah Antrean Panjang, Hindari Isi Saldo di Gerbang Tol

Amalia membandingkan pola inflasi Ramadan 2024 dan 2025, yang menunjukkan kesamaan pada komoditas seperti daging ayam ras dan bawang merah. “Tahun ini sampai pekan ketiga, yang perlu diwaspadai (inflasinya) cabai rawit,” ujarnya. Curah hujan tinggi di Jateng, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah, serta serangan hama patek, menjadi pemicu utama menurunnya kuantitas dan kualitas panen. Dengan strategi pemerataan pasokan yang digagas Luthfi, Jawa Tengah berupaya menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat dapat menyambut Lebaran tanpa beban ekonomi berlebih.(*)

BACA JUGA  Santri Jawa Tengah Diajak Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dipuji Sekretaris BPJPH, Pemprov Jateng Terus Dorong Sertifikasi Halal

21 April 2026 - 19:58 WIB

Polres Wonogiri Gelar Tactical Floor Game, Perkuat Kesiapsiagaan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

21 April 2026 - 17:00 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Mantapkan Aglomerasi Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening

21 April 2026 - 11:35 WIB

Respon Cepat! Kurang dari 24 Jam, DPU Jateng Perbaiki Lubang di Jalan Provinsi Wonogiri

21 April 2026 - 09:51 WIB

Gandeng Tim Alpa Media, Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Banjir Wonogiri ke Pracimantoro

21 April 2026 - 07:41 WIB

Satlantas Polres Wonogiri Ajak Siswa TK Belajar Tertib Berlalu Lintas Melalui Program Polisi Sahabat Anak

20 April 2026 - 09:43 WIB

Trending di Berita Terkini