Zhao Weiguo Dihukum atas Penggelapan dan Penyalahgunaan Jabatan
Panselanews.com [JILIN] – Zhao Weiguo, mantan ketua Tsinghua Unigroup, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun oleh Pengadilan Menengah Rakyat Jilin, Tiongkok, pada 14 Mei 2025, atas kasus korupsi besar-besaran. Zhao terbukti bersalah melakukan penggelapan aset negara, penyalahgunaan jabatan, dan merugikan perusahaan publik, menyebabkan kerugian negara lebih dari 1,4 miliar yuan (sekitar Rp3,1 triliun).
Bekerja sama dengan Li Luyuan, Zhao memanipulasi harga properti dan proyek fiktif untuk mengalihkan aset negara senilai 470 juta yuan (Rp1 triliun) antara 2018–2021. Ia juga menyerahkan bisnis menguntungkan kepada pihak terkait dan membeli jasa dengan harga di atas pasar, merugikan negara hingga 890 juta yuan (Rp1,9 triliun). Pengadilan mempertimbangkan pengakuan bersalah, penyesalan, dan pengembalian dana oleh Zhao, sehingga hukuman matinya ditangguhkan, dengan kemungkinan diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak melakukan kejahatan selama dua tahun.
Zhao juga didenda 12 juta yuan (Rp27 miliar), dan seluruh aset pribadinya disita. Tsinghua Unigroup, pernah menjadi raksasa semikonduktor Tiongkok, jatuh akibat ekspansi agresif Zhao ke sektor properti dan perjudian online. Perusahaan gagal bayar utang Rp4,3 triliun pada 2020 dan direstrukturisasi pada 2022 di bawah Beijing Zhiguangxin Holding. Kasus ini mencerminkan sorotan ketat Tiongkok terhadap korupsi di industri teknologi, sejalan dengan investigasi serupa terhadap pejabat lain.
Warganet di X ramai membahas vonis ini, dengan sebagian menyebutnya peringatan keras bagi elit bisnis. “Korupsi besar seperti ini harus dihukum tegas,” tulis akun @ChinaBizWatch. Zhao, yang pernah bernilai Rp40 triliun, kini jadi simbol kegagalan ambisi semikonduktor Tiongkok. Pengadilan Jilin menegaskan semua keuntungan ilegal Zhao telah dikembalikan ke entitas terkait.(*)
Editor: Tri Wahyudi









