Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 7 Feb 2024 20:01 WIB

Mas Ipin Bersama Dirjen PPKL Tanam Pohon di Area Bekas Pertambangan


					Mas Ipin Bersama Dirjen PPKL Tanam Pohon di Area Bekas Pertambangan Perbesar

Panselanews.com,Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, lakukan penanaman pohon secara serentak di area Tebing Kepuh.

Acara yang juga dihadiri oleh Direktur MHC PLN Nusantara Power serta Kepala Balai Besar KSDA Provinsi Jawa Timur itu sekaligus meresmikan Agroforestri Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari, Rabu (7/2/2024).

“Harapannya nanti bagaimana ekonomi dan ekologi bisa hand in hand, bisa berjalan seiringan, jadi ini upaya pelestarian lingkungan sejalan dengan upaya peluang ekonomi dan kesejahteraan begi masyarakat,” tutur Mas Ipin.

BACA JUGA  Polisi Jaga Titik Rawan konvoi Kelulusan Tingkat SMA di Wonogiri

Tebing Kepuh sendiri sebelumnya merupakan area pertambangan. Mas Bupati Ipin memuji upaya masyarakat sekitar untuk mengubah lahan tersebut menjadi lebih produktif. Menurutnya, hal itu sebagai bagian dari regeneratif ekonomi.

“Hal yang dulu dianggap kalau sudah ditambang tidak ada manfaatnya, seakan-akan sudah lahan yang sudah tidak bernilai, nah ternyata pasca ditambang masih bisa menghasilkan ekonomi,” terangnya.

“Salah satunya di sini jadi amfiteater untuk pusat dari mungkin kampung budaya, kampung wisatanya, nanti yang bekas lubang galian tambangnya itu kita gunakan untuk embung, jadi sumber protein, sumber ekonomi,” sambung Mas Ipin.

BACA JUGA  Sinergi Pembangunan Desa: Mendes Yandri Susanto dan Kapolri Tanda Tangani Nota Kesepahaman

“Sekarang juga di atasnya ada bebek-bebekan itu disewakan dan juga itu nanti jadi sumber air tanah yang bisa digunakan untuk kebutuhan ketika musim kering, semacam untuk water harvesting,” tandasnya.

Upaya untuk mengubah lahan bekas tambang, menurut Mas Ipin juga harus dibarengi dengan bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa hal dianggap sudah tidak berguna ternyata masih bisa menjadi peluang ekonomi.

BACA JUGA  Hari Pertama Operasi Ketupat Candi 2025, Arus Mudik di Tol Trans Jawa Masih Lancar

“Kesulitannya cuma kita butuh waktu untuk meyakinkan masyarakat, ini salah satunya sudah berjalan mungkin sekitar 2 tahunan kita merintis ini dan hari ini sudah mulai kelihatan ada bentuknya, setelah itu semoga kelihatan ada hasilnya,” ucapnya.

Di kesempatan itu juga dilakukan penaburan ribuan benih ikan di Embung Kayen serta pelepasan puluhan ekor belut di area pertanian Lembah Kepuh Desa Sukorejo. (Sar)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini