PanselaNews.com [Jakarta] – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, mengumumkan inisiatif baru yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia. Program bantuan ini bersifat inklusif, artinya ditujukan bagi semua guru tanpa memandang status profesinya, asalkan mereka memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen.
Abdul Mu’ti menegaskan peran penting guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyebut mereka sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa.” Dedikasi para guru yang dilakukan dengan penuh kasih sayang menjadi garda terdepan dalam pendidikan. Meskipun demikian, tantangan besar yang masih dihadapi adalah kesejahteraan guru yang belum terjamin.
Baca juga: Pelantikan Pejabat Baru di Kemendikdasmen: Langkah Strategis Memajukan Pendidikan Nasional
“Kesejahteraan guru adalah kunci menciptakan guru berkualitas dan hebat. Pentingnya sertifikasi guru sebagai awal kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya di laman resmi Kemendikdasmen, yang dikutip pada Selasa (28/1/2025).
Saat ini, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia sedang difokuskan melalui tunjangan sertifikasi. Namun, untnuk mendapatkan tunjangan tersebut, tidak semua guru dapat memenuhi syarat yang ditetapkan. Para guru diharuskan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai langkah awal menuju sertifikasi.
Proses sertifikasi guru melalui PPG akan dilakukan secara bertahap, dengan ratusan ribu guru dijadwalkan menerima tunjangan sertifikasi mulai tahun 2025. Bagi mereka yang belum tersertifikasi, Kemendikdasmen menyediakan program bantuan dalam bentuk beasiswa pendidikan. Beasiswa ini bertujuan untuk membantu guru melanjutkan studi ke jenjang S1 agar dapat mengikuti PPG.
Diharapkan bahwa dengan memenuhi kriteria PPG, guru-guru dapat menerima tunjangan sertifikasi yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kesejahteraan mereka. Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap mampu menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas dan berstandar tinggi di masa depan. (*)
Sumber: RRI
Editor: Tri Wahyudi










