Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Jul 2025 22:44 WIB

Menengok Upacara Adat Baritan di Desa Salamwates Trenggalek, Warisan Budaya Tak Benda


					Menengok Upacara Adat Baritan di Desa Salamwates Trenggalek, Warisan Budaya Tak Benda Perbesar

Upacara Adat Baritan di Desa Salamwates Trenggalek

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan [Kadisparbud]  Trenggalek, Sunyoto, menghadiri Festival Desa atau Upacara Adat Baritan, di Desa Salamwates, sekaligus penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dilaksanakan di Lapangan Desa Salamwates Kecamatan Dongko, Trenggalek, Minggu, 20 Juli 2025.

“Baritan adalah upacara adat warga Desa Salamwates, yang dilaksanakan pada bulan Sura, dalam rangka untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar hewan peliharaan masyarakat bisa selamat dari marabahaya baik bahaya dari bencana alam,terkaman binatang buas, karena penyakit maupun gangguan atau penyakit yang sifatnya dianggap penyakit misterius,” terang Sunyoto

BACA JUGA  Trenggalek Resmi Punya Air Mineral Dalam Kemasan, Berasal dari Sumber Air Pegunungan

“Untuk menghindari malapetaka dan gangguan dari “Dadung Awuk” ,maka masyarakat Desa Salamwates perlu menyelenggarakan perhelatan sesaji selamatan yang selanjutnya disebut Upacara Adat Baritan,” sambungnya.

BACA JUGA  Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2024, Bupati Trenggalek Serahkan Penghargaan Adipura Desa

Upacara Adat Baritan biasanya diselenggarakan di Lapangan Penganom; yaitu lapangan tempat menggembala ternak oleh para pangon, sedangkan pangon adalah seseorang yang tugasnya memelihara dan menggembala ternak.

Dalam upacara ini yang selalu ada adalah Bekuk lengkong terbuat dari kulit pohon pisang (gedebok) ditekuk-tekuk sehingga terbentuk seperti bujur sangkar atau empat persegi panjang dan diberi alas anyaman yang  terbuat dari bambu. Yang memiliki maksud dan tujuan agar si Dadung awuk bisa Dibekuk [dilumpuhkan] dan lengkong  [ntlikung/ menipu ] agar tidak mengganggu hewan peliharaan, namun malah sebaliknya agar si Dadung Awuk tersebut justru ikut menjaganya.

BACA JUGA  Solo Raya Great Sale 2025: Wonogiri Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Editor: Sarno Kenes
Sumber: Disparbud Trenggalek

Penulis

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini