Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 31 Agu 2024 18:25 WIB

Mengawali Prosesi Hari Jadi Ke-830 Trenggalek, Bupati Sungkeman Prasasti Kamulan


					Mengawali Prosesi Hari Jadi Ke-830 Trenggalek, Bupati Sungkeman Prasasti Kamulan Perbesar

PanselaNews.com,Trenggalek – Mengawali prosesi hari jadi Ke-830 Trenggalek. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan keluarga melakukan sungkeman Prasasti Kamulan, Sabtu (31/8/2024).

Sungkeman ini dilakukan oleh Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek dan Keluarga sebelum melakukan kirab pusaka dan menyapa warga masyarakat.

Prasasti Kamulan sendiri merupakan penanda hari jadi Trenggalek. Patut disyukuri sejak tahun lalu keberadaan Prasasti  Kamulan dari Museum Wajakensis Tulungagung, bisa diboyong ke Trenggalek.

Prasasti Kamulan termasuk Prasasti yang lengkap dan dibuat pada tahun 1116 Saka. Jika menggunakan perhitungan Masehi adalah 31 Agustus 1194. Tanggal juga yang menjadi penanda tanggal lahirnya Trenggalek.

BACA JUGA  Peringatan Hari Desa Nasional Ditetapkan Setiap 15 Januari, Perkuat Peran Desa dalam Pembangunan

Isi Prasasti Kamulan sendiri merupakan cerita mengenai Raja Kertajaya yang tersingkir dari Istana Daha akibat serbuan musuh dari arah timur. Atas jasa penduduk daerah Ketandan Sekapat mengembalikan kedudukan Kertajaya maka raja ini memberikan anugerah sima perdikan yang ditulis di atas daun lontar. Yang kemudian sima perdiakan ini dituangkan dalam sebuah prasasti  batu.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin usai sungkeman menuturkan, “Memulainya dari sungkeman Prasasti Kamulan, karena pertanda dengan adanya Prasasti Kamulan dimulainya keberadaan Trenggalek,” ucapnya.

BACA JUGA  Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

Agemannya hari ini, sambung kepala daerah muda ini “rata-rata menggunakan sikepan. Baju ini disebut aja ageman agung Kabupaten Trenggalek. Kemudian Bunda Novita menggunakan baju kebaya lawasan Mataraman dengan motif Bunga Matahari yang kelopak bunganya berjumlah 8

“Delapan kelopak bunga ini menandakan semoga keberkahannya sumrambah ke segala arah,” tutupnya.

Mendampingi suami, Novita Hardini, SE., ME., Ketua TP PKK Trenggalek menambahkan, “minta doanya semoga semua ritual berjalan lancar. Karena ini bukan sekedar perayaan, namun kita memanjatkan segala syukur. Doa agar kedepannya semua perjuangan atau peperangan yang kita hadapi dimasa sekarang dan yang akan datang bisa kita lalui dengan gagah perkasa. Selamat hingga akhir nanti,” tukas perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil VII Jatim itu. (Sar)

BACA JUGA  Polres Wonogiri Kawal Distribusi Logistik Kotak Suara Pemilu 2024

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pajak Warga Kembali ke Desa, Pemprov Jateng Siapkan Bankeupemdes Rp1,7 Triliun

15 Juni 2026 - 22:27 WIB

Kapolres Wonogiri Pimpin Apel Siaga, Pastikan Kesiapan Personel Hadapi Dinamika Kamtibmas dan Pengamanan Agenda Silat

15 Juni 2026 - 18:36 WIB

Polda Jateng Ungkap Hasil Penyelidikan Kasus Glamping Posong, Satu Keluarga Meninggal Akibat Keracunan Karbon Monoksida

15 Juni 2026 - 18:22 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Trenggalek Gelar Aksi Bersih Pantai

15 Juni 2026 - 15:01 WIB

Kapolres Hadiri Pembukaan Kejuaraan Karate Pelajar FORKI Piala Bupati Wonogiri 2026, Dukung Pembinaan Generasi Muda Berprestasi

15 Juni 2026 - 13:10 WIB

Polisi Trenggalek Bongkar Kasus Residivis, Jambret Kalung Warga di Sejumlah Lokasi

15 Juni 2026 - 12:56 WIB

Trending di Berita Terkini