Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Feb 2025 06:13 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman: Harga Gabah 2025 Tetap di Rp6.500 Per Kilogram, Jaminan Pemerintah untuk Petani


					Foto: pertanian.go.id Perbesar

Foto: pertanian.go.id

PanselaNews.com, Jakarta – Pada rapat maraton Kementan-Bulog di Kantor Pusat Kementan, Minggu pagi (9/2/2025), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga gabah pada masa panen raya 2025 tidak boleh turun dari keputusan HPP pemerintah, yaitu Rp6.500 perkilogram.
Mentan Amran menekankan bahwa penyerapan gabah di bawah HPP akan berdampak negatif pada petani dan ketahanan pangan nasional. “Kalau penyerapan gabah dibawah HPP, artinya kita memukul 160 juta petani. Pukulannya 300 triliun dan dampaknya NTP turun,” ujarnya dengan tegas.

BACA JUGA  DPRD dan Pemkab Trenggalek Sepakat KUA dan PPAS APBD Perubahan 2025 Dilanjutkan Jadi Ranperda

Lebih lanjut, Mentan Amran mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan kewajiban pemerintah untuk membeli gabah petani sebesar Rp6.500 perkilogram. “Saya tidak ingin harga itu turun, bahkan di angka Rp5.500 perkilogram. Kita harus swasembada dan menjaga produksi agar tidak merugikan petani,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp16,6 triliun yang akan segera dicairkan. Mentan Amran juga menekankan pentingnya menyiapkan gudang penyimpanan guna mendukung serapan gabah pada masa panen raya.

BACA JUGA  Viral Paralayang Terbang di Kawasan Gunung Bromo, Gubernur Khofifah: Jaga Kelestarian dan Kesakralan Bromo

Sementara itu, Direktur Utama Bulog, Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya, menegaskan kesiapan Bulog untuk menjalankan serapan gabah sebanyak 3 juta ton pada masa panen raya di bulan Januari, Maret, dan April. “Kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dan berharap mendapat dukungan penuh dari Kementan,” ujarnya.

BACA JUGA  Pers dan Dewan Pers, Lawan Jaringan Penjahat Kebebasan Pers!

Baca juga: Komisi IV DPR RI Panggil Bapanas Klarifikasi Pemberhentian Bansos Beras

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Bulog, menambahkan bahwa harga pembelian gabah harus sesuai dengan HPP bersama yang telah ditetapkan. “Harga gabah tidak boleh turun karena akan mempengaruhi produksi dan nilai tukar petani,” jelasnya.

Dengan komitmen ini, pemerintah menegaskan kembali dedikasinya untuk melindungi kepentingan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Sumber: pertanian.go.id

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini