Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 28 Agu 2025 12:12 WIB

Metri Bumi di Kampak, Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam


					Metri Bumi di Kampak, Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam Perbesar

Bupati Trenggalek Metri Bumi di Kampak.  PanselaNews/Humas

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Upaya melestarikan sumber-sumber air di Kabupaten Trenggalek terus digencarkan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menggelar tradisi Metri Bumi di Sumber Ngudalan, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Trenggalek, Rabu 27 Agustus 2025.

Dalam kegiatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Ipin menanam pohon bersama warga serta menyarungi pohon di sekitar sumber air dengan kain batik. Menurutnya, tradisi tersebut bukan bentuk pemujaan, melainkan simbol ajakan menjaga kelestarian alam.

BACA JUGA  Megengan Fest Ponorogo, Hadirkan Beragam Hiburan dan Pentas Seni mulai 13-22 Februari 2026

“Ini ajakan agar pohon-pohon tetap dijaga, karena air sebagai sumber kehidupan harus kita lestarikan,” ujar Mas Ipin.

Sumber air Ngudalan dikenal memiliki nilai sejarah kuat. Lokasi ini merupakan salah satu tempat pertapaan Empu Sendok, pendiri Kerajaan Medang di Jawa Timur. Melalui tradisi Metri Bumi, Mas Ipin ingin mengajak masyarakat kembali mengilhami pesan-pesan bijak para leluhur.

BACA JUGA  Pacitan Digoyang Gempa M 6,4 Dini Hari, Getaran Terasa Kuat di Wonogiri

“Empu Sendok sudah berpesan jangan merusak sawah, jangan merusak hutan. Kita melanjutkan tradisi itu. Harapannya, semua desa juga melakukan metri di sumber-sumber air mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA  Empat TPS di Trenggalek Direkomendasikan Coblos Ulang, Ini Kata Bawaslu

Mas Ipin menambahkan, menjaga kebersihan sumber air akan berdampak positif bagi masyarakat. “Kalau bersih pasti sehat. Kalau sehat, biaya berobat berkurang. Kalau indah, bisa jadi wisata. Kalau airnya cukup, pertanian terbantu. Jadi manfaatnya luas,” tuturnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini