Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 16 Mar 2026 13:23 WIB

Mudik Gratis ke Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus dari TMII Jakarta


					Mudik Gratis ke Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus dari TMII Jakarta Perbesar

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas 325 armada bus program Mudik Gratis Pemprov Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).

 

PanselaNews.com [JAKARTA]- Sebanyak 16.186 pemudik asal Jawa Tengah diberangkatkan gratis dari Jakarta menuju kampung halaman mereka di 35 kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung melepas 325 armada bus program Mudik Gratis Pemprov Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).

Program Mudik Gratis dengan tagline “Mudik Gampang Balik Tenang” tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu masyarakat perantauan, khususnya di wilayah Jabodetabek, agar bisa pulang kampung dengan aman dan tanpa biaya.

“Sebanyak 325 bus kita siapkan hari ini untuk mengangkut 16.186 masyarakat yang mudik ke Jawa Tengah. Itu pun masih belum cukup,” kata Ahmad Luthfi saat pelepasan peserta mudik.

BACA JUGA  Menteri ATR/BPN Evaluasi Pelayanan Pertanahan Tiap Tiga Bulan di 2026

Ia menambahkan, pelepasan peserta mudik juga dilakukan di titik lain. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dijadwalkan melepas rombongan mudik dari Bandung pada hari yang sama. Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan program mudik gratis menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan pada hari berikutnya.

Program mudik gratis ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 35 pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, serta sejumlah pihak swasta. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk meringankan beban masyarakat Jawa Tengah yang merantau di Jabodetabek.

Menurut Ahmad Luthfi, sebagian besar pemudik yang mengikuti program tersebut bekerja di sektor informal, seperti pedagang bakso, pengemudi ojek online, pedagang warteg, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga penyandang disabilitas.

“Semua tumplek blek, kita openi untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan. Ini bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Validasi Sertipikat Tanahmu! Halo #SobATRBPN tahu nggak sih apa itu validasi sertipikat tanah?

Ia menilai para perantau asal Jawa Tengah memiliki peran penting bagi daerah asalnya. Saat momentum mudik, tidak hanya terjadi silaturahmi keluarga, tetapi juga perputaran orang, barang, dan uang yang berdampak pada perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memfasilitasi perjalanan mereka agar lebih aman dan terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga berpesan kepada para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan. Ia juga mengingatkan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap di Jakarta, untuk mempertimbangkan peluang kerja di Jawa Tengah.

“Kami tidak ingin membebani Jakarta dan sekitarnya dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan balai latihan kerja (BLK), vokasi, dan berbagai peluang kerja. Bupati dan wali kota juga sudah menyiapkan program untuk mengopeni masyarakat,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek dan Dinas PUPR Susun Strategic Maping Ke PU-an

Selain menyiapkan armada mudik, Pemprov Jateng juga menyiapkan fasilitas arus balik bagi para perantau yang akan kembali ke Jabodetabek setelah Lebaran. Jumlah armada yang disediakan sama dengan saat keberangkatan mudik.

Pemberangkatan arus balik akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, serta sejumlah titik lainnya. Pemprov juga menyediakan layanan kereta api untuk membantu pemudik kembali ke tempat kerja mereka.

“Pendaftarannya sudah diatur secara online melalui aplikasi,” kata Ahmad Luthfi.

Seorang pemudik, Sugiyanto, penyandang disabilitas asal Klego, Boyolali, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Menurutnya, biaya perjalanan saat musim Lebaran biasanya melonjak tinggi.

“Kalau mudik ke Soloraya saat Lebaran bisa sampai Rp 650 ribu per orang. Alhamdulillah dengan program ini sangat membantu,” ujarnya. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Hartanto Boechori: Pak Presiden Jurnalis Bukan “Londo Ireng”

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Terkini