Tim Gabungan Gotong Royong Pulihkan Desa Pasca-Bencana
Panselanews.com [TRENGGALEK] – Pasca-ditemukannya enam jenazah korban longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, pada Sabtu (24/5/2025), proses pembersihan material longsor masih berlangsung hingga Minggu (25/5/2025). Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, TNI, Polri, Satpol PP, damkar, relawan, dan masyarakat setempat bekerja sama membersihkan puing-puing serta mempersiapkan lahan relokasi untuk dua rumah warga yang rusak berat.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, TNI, Polri, Satpol PP, damkar, relawan, dan masyarakat setempat bekerja sama membersihkan puing-puing serta mempersiapkan lahan relokasi untuk dua rumah warga yang rusak berat. (Foto: BPBD Trenggalek)
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, M.Si., menyatakan pembersihan dilakukan secara teliti menggunakan alat berat seperti excavator dan truk untuk memindahkan material tanah, kayu, dan reruntuhan. “Kami tidak hanya membersihkan area, tetapi juga memulihkan lingkungan dan infrastruktur agar warga dapat kembali normal,” ujarnya. Sebanyak 26 warga dari 10 kepala keluarga masih mengungsi di posko Paseban Desa Depok dan rumah kerabat.
Longsor pada Senin (19/5/2025), dipicu hujan deras selama tiga jam, menimbun tiga rumah dan merusak tujuh lainnya di RT 16/RW 07, Dusun Kebonagung. Pemkab Trenggalek merencanakan relokasi dua rumah ke lahan aman di Dusun Sooko, dengan dukungan dana rehabilitasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pembersihan juga mencakup perbaikan saluran air dan jalan desa untuk mencegah longsor susulan.
Stefanus mengapresiasi dedikasi tim. “Terima kasih atas kerja keras dan gotong royong semua pihak. Ini adalah kekuatan Trenggalek,” katanya. Proses rekonstruksi akan segera dimulai, dengan fokus pada pemulihan infrastruktur dan trauma healing bagi warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama musim hujan.(*)
Editor: Tri Wahyudi









