Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Trenggalek · 7 Mar 2024 17:29 WIB

Pemkab Trenggalek bersama Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah


					Pemkab Trenggalek bersama Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Perbesar

Panselanews.com,Trenggalek –Pemkab Trenggalek bersama Bulog menggelar gerakan pangan murah bertempat di Tebing Kepuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, Rabu (6/3/2024).

Gerakan pangan murah tersebut digelar dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJPD 2025 – 2045 dan RKPD 2025.

Dalam gerakan pangan murah tersebut masyarakat bisa membeli beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 52 ribu.

Lebih murah dibandingkan harga beras pasaran yang saat ini harganya mencapai Rp 77.500 per lima kilogram.

BACA JUGA  HUT ke-80 TNI di Monas, Atraksi Menarik dan Panggung Rakyat Siap Hibur Masyarakat

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menuturkan beras yang di keluarkan oleh Bulog selalu stabil di angka Rp 10.400 perkilogram dengan kualitas medium.

“Sedangkan yang beredar di pasaran itu dari selepan swasta yang harganya Rp 14-15 ribu perkilogram. Makanya kita stabilisasi pasokan dengan gerakan pangan murah ini,” kata Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, Rabu (6/3/2024).

Di sisi lain, naiknya harga beras ini diiring dengan naiknya harga jual gabah dari petani yang menyentuh angka Rp 8 ribu perkilogram, bahkan beberapa varietas mencapai Rp 12 ribu perkilogram.

BACA JUGA  Kapolri Tinjau Aceh Tamiang, Targetkan Sekolah Bisa Segera Beroperasi 

“Makanya petani saat ini sedang semangat, tapi masalahnya yang panen di bulan ini tidak banyak,” ucap bupati.

Fenomena yang terjadi saat ini menurut Mas Ipin harus disikapi dengan bijak, di satu sisi pemerintah ingin menekan inflasi dengan menekan harga beras, di sisi lain petani ingin pendapatan yang lebih

“Tapi yang pasti kalau pasokannya cukup, harga stabil, semua pihak bisa happy (senang). Apalagi sekarang masuk dua bulan masa tanam, artinya sebulan lagi bisa panen,” jelas Mas Ipin.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Minta Perkuat Pencegahan Narkoba, Semarang dan Solo Jadi Prioritas

Terkait stok beras sendiri, bupati memastikan stok di Gudang Bulog Karangsoko, Kecamatan Trenggalek aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2024.

“Harapannya saat lebaran itu sudah masuk masa panen dan tidak ada lonjakan harga yang berarti,” jelas Mas Ipin. (Sar)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

6 Anggota Polres Trenggalek Siap Lepas Masa Lajang

11 September 2026 - 07:25 WIB

Trending di Berita Terkini