Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 27 Nov 2025 12:51 WIB

Pemkab Trenggalek Raih Penghargaan Daerah Tertib Ukur dari Kementrian Perdagangan RI


					Pemkab Trenggalek Raih Penghargaan Daerah Tertib Ukur dari Kementrian Perdagangan RI Perbesar

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyerahkan penghargaan kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Ruang Auditorium Kementrian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Foto: dok. Prokopim

 

PanselaNews.com [JAKARTA]- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menerima penghargaan sebagai Daerah Tertib Ukur dari Kementrian Perdagangan RI.

Penghargaan untuk Kabupaten Trenggalek itu diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Ruang Auditorium Kementrian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 27 Nopember 2025.

Daerah Tertib Ukur sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada pemerintah daerah oleh Kementerian Perdagangan guna menjamin kebenaran dan kepastian hukum dalam pengukuran di wilayahnya. Pengukuran yang dimaksud diantaranya berkaitan dengan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP).

Tentunya tertib ukur ini ditujukan untuk melindungi kepentingan masyarakat dalam transaksi perdagangan dengan nemastikan kebenaran hasil pengukuran dalam setiap transaksi, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

BACA JUGA  Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon: 14 Tewas, Polisi Periksa Pengelola

Dengan tertib ukur harapannya dapat menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera karena ada  jaminan hukum atas hasil timbangan dan takaran yang digunakan dalam kegiatan perdagangan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten Trenggalek, Saniran menerangkan Penghargaan Daerah Tertib Ukur, diberikan kepada Pemerintah Daerah yang telah memenuhi kriteria dan memperoleh nilai minimal 80. Kemudian penilaiannya dilakukan melalui beberapa aspek penilaian.

Diantaranya untuk kriteria utama, terdiri dari 2  indikator, Indeks UNIT Metrologi Legal (UML) dan Indeks Tertib Ukur.

Sementara untuk Kriteria Penunjang, terdiri dari 2 indikator yaitu Indeks Pemahaman Masyarakat dan Indeks Inovasi Kegiatan Metrologi Legal.

Untuk mewujudkan Daerah Tertib Ukur ini, menurut Saniran Pemkab Trenggalek, dalam hal ini perangkat daerahnya melakukan berbagai upaya. “Beberapa hal yang kami lakukan untuk mewujudkan daerah tertib ukur ini diantaranya melakukan pendataan Alat Ukur, Takar, Timbang (UTT) yang dipakai oleh para pedagang. Setelah didata kita melakukan skrining,” kata Kadis Komindag ini.

BACA JUGA  Viral! Oknum Polisi Interogasi Warga Pencari Bekicot, Polres Grobogan Beri Sanksi Tegas

Dalam skrining ini Komindag memilah mana-mana yang perlu dilakukan tera ulang. Secara rutin Komindag Trenggalek juga melakukan tera-tera ulang terhadap SPBU yang memang mereka secara rutin dan berkala harus ditera.

Fasilitasi pelayanan penggratisan biaya untuk perbaikan Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) juga dilakukan Pemkab Trenggalek. “Bila ada alat UTTP yang perlu direparasi, pemerintah melakukan subsidi pengratisan biaya reparasi itu. Kemudian bila bedagang kesulitan karena UTTP nya dilakukan perbaikan saat tera maka pemerintah meminjami alat ukur sementara,” jelas Saniran.

Pengawasan juga dilakukan rutin oleh Pemkab Trenggalek diantaranya untuk Barang Dalam Kemasan Tertutup (BDKT). Seperti makanan minuman, air mineral maupun kemasan beras untuk dipastikan isinya sesuai dengan ukuran yang tertera dalam kemasan.

BACA JUGA  Mas Ipin Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor Masuk Trenggalek

Kepala Dinas Komindag Trenggalek ini  menegaskan bawasannya ada 17 kabupaten yang menerima penghargaan dari sekian ratus kabupaten dan kota di Indonesia. Dan salah satu dari 17 itu adalah Trenggalek. Di Jawa Timur ada 4, diantaranya Trenggalek, Jombang, Gresik dan Kabupaten Mojokerto.

Kepada masyarakat, Saniran menambahkan “kami mengimbau untuk melakukan tertib pelaksanaan tera. Karena tertib ukur ini bagian dari memberikan layanan kepada konsumen. Selain itu juga bagian dari ibadah. Jangan sampai alat ukurnya tidak tepat sehingga ada manipulasi terhadap takaran. Ini dilarang oleh agama,” tutupnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

2 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di Berita Terkini