Kapolresta Cirebon Pimpin Evakuasi dan Penyelidikan Longsor Mematikan
Panselanews.com [CIREBON] – Bencana longsor di kawasan tambang batu alam Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (30/5/2025) menewaskan 14 orang, terdiri dari penambang dan awak pengangkut material. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung penanganan di lokasi kejadian, termasuk proses evakuasi dan identifikasi korban. Hingga Sabtu (31/5/2025), tim gabungan dari Polresta Cirebon, BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan masih menyisir area untuk mencari korban yang diduga tertimbun material longsor.
Kombes Pol. Sumarni menyatakan bahwa 14 korban telah dievakuasi dan teridentifikasi, dengan 13 korban dibawa ke RSUD Arjawinangun dan satu ke RS Sumber Hurip. “Proses evakuasi berlangsung hingga Jumat petang dan dilanjutkan hari ini. Kami juga mendirikan posko pengaduan untuk keluarga korban,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tambang tersebut memiliki izin resmi hingga November 2025, namun polisi tengah memeriksa enam orang dari pengelola tambang untuk mendalami dugaan kelalaian.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, longsor terjadi sekitar pukul 10.00 WIB akibat runtuhnya material tanah dan batuan saat aktivitas penambangan berlangsung. Sebanyak 12 orang selamat, beberapa di antaranya mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit. Polda Jawa Barat, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyebut ada indikasi kelalaian prosedur keselamatan, dan tiga orang telah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memerintahkan penutupan permanen tambang Gunung Kuda dan mencabut izin operasionalnya. “Keselamatan pekerja harus diutamakan. Ini pelajaran penting bagi pengelola tambang,” tegasnya. Insiden serupa pernah terjadi pada Februari 2025, menunjukkan kerawanan kawasan tersebut.(*)
Source: dari berbagai sumber
Editor: Tri Wahyudi









