Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Trenggalek · 19 Sep 2023 11:34 WIB

Pencarian 8 Nelayan Dihentikan, Bupati Trenggalek: Beralih Secara Society Community


					Pencarian 8 Nelayan Dihentikan, Bupati Trenggalek: Beralih Secara Society Community Perbesar

PanselaNews.com,Trenggalek – Pencarian 8 nelayan asal Trenggalek yang hilang resmi dihentikan. Sempat diperpanjang selama 2 hari namun hasilnya masih nihil penemuan. Meninjau posko pencarian di Tasikmadu, Bupati Trenggalek berharap pencarian bergerak secara Society Community.

Diharapkan komunitas nelayan yang berada di pesisir selatan bila menemukan korban baik dalam keadaan hidup atau sudah menjadi jenazah diharapkan bisa melakukan evakuasi terlebih dahulu dan menginformasikan sehingga selanjutnya dilakukan identifikasi.

Kejadian sebelumnya sebuah kapal jenis Purse Seine atau di kenal nelayan dengan Slerek berpenumpang 23 ABK, mengalami laka laut di perairan Blitar. Sebanyak 15 orang dinyatakan selamat dan 8 nelayan lainya hingga kini masih belum di temukan.

Meninjau Posko pencarian, Mas Ipin menyampaikan,”Kita posisinya masih nihil, secara SOP 7 hari pencarian, kemudian kemarin sempat ditambah 2 hari. Sejak hari pertama menurut keterangan teman-teman yang ada di lapangan situasi ombak tinggi dan berkabut di sekitar lokasi,” ungkap kepala daerah muda itu, Minggu (17/9/2023).

BACA JUGA  Terbang Lima Menit, Tim ETLE Drone Temukan 20 Pelanggar Lalu Lintas di Wilayah Ngadirojo Wonogiri

Kemarin kita sempat punya harapan, sambungnya menambahkan “Karena ditemukan mister x di daerah Malang. Tetapi secara identifikasi ciri-ciri ternyata tidak ada yang identik dengan korban. Kita berharap, semoga nanti ada informasi dan info ini sudah mulai tersebar dari pesisir Trenggalek. Tentu hingga Blitar, Tulungagung hingga Malang,” imbuhnya.

Harapannya juga nanti kalau nelayan menemukan sesuatu yang seperti itu, boleh dilakukan evakuasi dulu kemudian nanti kita identifikasi. Karena kita juga butuh waktu untuk menempuh jarak karena posisi kejadian di gayasan. Kalau dari bibir laut tadi kurang lebih sekitar 3 mil.

Jadi menurut saya seluruh pesisir selatan jawa, yang memungkinkan ketemu dengan korban, baik dalam keadaan masih hidup atau dalam keadaan sudah menjadi jenasah. Tolong dilakukan evakuasi dahulu dan memberikan kabar kepada kami sehingga kami bisa mengidentifikasi.

BACA JUGA  Polisi Amankan Pengajian dan Deklarasi Kampanye Damai di Wonogiri

Kalau operasinya secara resmi memang sudah ditutup, tapi kita sekarang bergerak secara society community untuk seperti tadi saya berharap para nelayan kalau menemukan sesuatu bisa segera di infokan kepada kami.

Langkah kedepan mengantisipasi dan meminimalisir jatuh korban ketika terjadi laka laut Pemerintah Kabupaten Trenggalek mencoba melakukan berbagai upaya. Diantaranya menghimbau nelayan untuk wajib pakai pelampung saat melaut.

“Karena kita baru mengusulkan anggaran baru, seperti yang saya sampaikan kemarin mereka harus terlindungi oleh  pelampung.Tapi pelampungnya bukan yang berbentuk rompi, karena itu mengganggu mobilitas mereka bekerja,” terangnya.

Nanti pelampungnya seperti pelampung pinggang (sabuk). Jadi lebih simpel, kemudian bila situasi dingin bisa dijaketi dan situasi panas tidak pakai baju juga masih bisa dipakai. Kemudian nelayan kita juga nelayan dengan kapal dengan Gross Tonnage yang cukup kecil. Apalagi korban kemarin itu nelayan perahu slerek rata-rata. Jadi itu yang diutamakan pertama dan terusnya proteksi untuk keluarga BPJS tenaga kerjanya dan lain-lain nanti di cukupi.

BACA JUGA  Pantai di Paranggupito Wonogiri Jadi Tujuan Wisatawan, Polisi Intensifkan Pengamanan

“Saya berharap juga nelayan jangan nekat kalau dari Syahbandar mengumumkan BMKG kondisi cuaca seperti apa. Tolong sebelum melaut juga dipastikan. Karena ceritanya kemarin itu posisi mereka sudah mau pulang, kemudian tiba-tiba kabut dan jarak pandang terbatas. Selanjutnya terbawa ke tepian dan dihantam ombak,” tutup Mas Ipin. (Sar/Prokopim)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Berita Terkini