BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Jawa Tengah resmi memanaskan mesin partai lebih awal guna menyongsong Pemilu 2029. Melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang berlangsung di Kantor DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Semarang, Selasa (28/4/2026), seluruh jajaran DPD dari 35 kabupaten/kota berkumpul untuk mematangkan strategi pemenangan.
Langkah cepat ini diambil menyusul adanya proyeksi tahapan Pemilu 2029 yang akan dimulai pada semester II tahun 2027. Persiapan Perindo Jawa Tengah menjadi krusial mengingat adanya perubahan fundamental dalam sistem pesta demokrasi mendatang. Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Pemilu 2029 tidak lagi menggunakan format “5 kotak” secara bersamaan, melainkan memisahkan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal.
Joko Purnomo: Struktur Adalah Infrastruktur Kemenangan
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Joko Purnomo, dalam pembukaan rapat menekankan pentingnya fleksibilitas struktural di tengah dinamika politik yang cair. Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah ini mengajak seluruh kader hingga tingkat ranting (DPRt) untuk fokus menata organisasi.
“Kita harus lentur menyesuaikan keadaan, namun tetap tegak lurus dalam menata struktural. Struktur partai adalah infrastruktur utama kemenangan,” tegas Joko. Ia juga menggaungkan tagline “Perindo Jateng Bangkit” sebagai pelecut semangat gerak langkah kader di lapangan.
Menurutnya, Partai Perindo berkomitmen menjadi wadah inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. “Partai ini bukan milik satu golongan. Kami membuka pintu lebar-lebar bagi siapapun yang ingin berkontribusi menjaga persatuan Indonesia melalui gerakan nyata,” tambahnya.
Restrukturisasi DPD dan Optimalisasi Aset Partai
Secara teknis, Sekretaris DPW Partai Perindo Jateng, Masrikhan, memaparkan capaian restrukturisasi pengurus DPD se-Jawa Tengah yang kini berjalan sesuai target. Selain penguatan SDM, partai juga mulai menata aset fisik untuk mendukung operasional pemenangan.
Masrikhan menyebutkan bahwa saat ini terdapat 14 Kantor DPD di tingkat kabupaten/kota yang berstatus milik sendiri. Aset-aset tersebut diproyeksikan menjadi pusat pergerakan kader di daerah. “Pemanfaatan aset kantor harus maksimal untuk membesarkan partai, namun tetap wajib mematuhi SOP yang telah diatur organisasi,” jelasnya.
Optimisme dari Daerah: Wonogiri Siap Berkontribusi
Semangat kebangkitan juga disuarakan oleh para pimpinan daerah. Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Wonogiri, Sumaryanto, menyatakan optimismenya terhadap perkembangan konsolidasi di wilayahnya.
“Kami di Wonogiri terus bergerak dan optimis mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kebangkitan Perindo di Jawa Tengah pada 2029 mendatang,” ujar Sumaryanto di sela-sela Rakorwil.
Persiapan dini ini sejalan dengan rencana KPU RI yang akan mulai merancang regulasi baru pada paruh kedua tahun 2026. Dengan pemisahan jadwal antara pemilihan presiden/legislatif nasional dan pemilihan kepala daerah/DPRD, Partai Perindo Jawa Tengah berupaya memastikan kesiapan fisik dan administratif jauh sebelum tahapan resmi dimulai. (*)









