Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 5 Apr 2026 08:33 WIB

Perjalanan Naruna Ceramic Salatiga, Dari Garasi Kecil Hingga Ekspor ke 18 Negara


					Perjalanan Naruna Ceramic Salatiga, Dari Garasi Kecil Hingga Ekspor ke 18 Negara Perbesar

Naruna Ceramic, produsen keramik asal Kota Salatiga, yang kini sukses mengekspor produknya ke 18 negara. (Foto: Diskomdigi Jateng)

 

PanselaNews.com [SALATIGA] – Perjalanan usaha yang dimulai dari skala kecil hingga mampu menembus pasar global, menjadi bukti nyata ketangguhan pelaku industri kreatif daerah. Hal itu ditunjukkan Naruna Ceramic, produsen keramik asal Kota Salatiga, yang kini sukses mengekspor produknya ke 18 negara.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan apresiasinya saat mengunjungi langsung showroom Naruna Ceramic, di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026).

Menurut dia, kualitas menjadi faktor utama Naruna Ceramic dilirik pasar internasional. Saat ini, beragam produk keramiknya telah diekspor ke 18 negara, seperti Australia, Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Arab Saudi, serta sejumlah negara lainnya.

“Sementara sudah ekspor ke 18 negara dan akan menambah di empat negara, menjadi 22. Naruna ini bukan sekadar keramik. Yang pertama adalah kuat di desain. Jadi, kualitas produk itu penting,” kata Nawal, seusai kunjungan.

BACA JUGA  Polda Jateng Dirikan 72 Pos Sinergitas, Wujudkan Mudik Ceria Mudik Penuh Makna

Dalam kunjungan itu, Nawal didampingi suaminya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Keduanya melihat langsung proses produksi sekaligus berdialog dengan manajemen, terkait perjalanan serta strategi pengembangan usaha.

Selain kualitas, Nawal menilai keberhasilan Naruna Ceramic juga ditopang oleh kekuatan desain. Setiap produk memiliki nilai filosofi yang kuat, sehingga mampu menarik buyer.

Terlebih, hal itu diperkuat dengan strategi pemasaran yang adaptif. Pemanfaatan teknologi digital mampu membantunya bertahan pada masa pandemi Covid-19, sekaligus menembus pasar lintas benua.

“Bagaimana desain yang kuat, ada filosofinya, dan terus baru merambah ke pemasaran yang bukan hanya secara konvensional, tapi juga dengan dengan digital,” ungkap Nawal.

Dia juga mengapresiasi upaya Naruna Ceramic dalam memberdayakan usaha kecil, melalui berbagai program binaan, seperti yang ada di Salatiga Eco Park. Menurutnya, keberadaan usaha binaan itu mampu meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperluas dampak ekonomi.

BACA JUGA  Jasa Raharja Raih Sertifikasi Great Place to Work® 2025 - 2026, Tegaskan Fokus Kesejahteraan Pegawai dan Inovasi Berkelanjutan

Lebih lanjut, pihaknya berharap model pembinaan tersebut dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya di Jawa Tengah, agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang berkembang.

“Jadi harapannya nanti UMKM-UMKM yang sudah struggle itu paling tidak membina ya membina usaha-usaha kecil, sehingga ini bisa lebih berkembang,” pungkas Nawal.

Sementara itu, CEO sekaligus Owner Naruna Ceramic, Roy Wibisono, menyampaikan, usaha yang dirintisnya dimulai dari skala kecil sebelum berkembang pesat seperti saat ini. Bahkan, yang awalnya hanya enam orang pekerja, kini telah berkembang menjadi sekitar 150 orang di berbagai lini produksi.

“Produk kami beragam, seperti piring, cangkir, mangkok, dan sebagainya. Dan kami juga banyak melayani produk-produk custom. Contoh seperti bangunan, masjid, bangunan gereja yang menggunakan keramik,” bebernya.

Dari sisi produksi, proses pembuatan keramik dilakukan melalui tahapan yang cukup panjang dan detail, dimulai dari pemilihan bahan baku hingga pembakaran.

BACA JUGA  Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekonomi Desa

“Kami memilih tanah liat terbaik di Indonesia, lokasinya ada di daerah Kalimantan dan kami mix dengan tanah di lokal, kemudian kami melakukan riset dan dari formula tanah liat itu kami bentuk,” ucap Rob.

Dalam hal pemasaran, pihaknya mengandalkan kekuatan digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial dan marketplace.

Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi pun menyesuaikan kebutuhan pasar. Dalam sebulan, Naruna Ceramic mampu memproduksi ribuan produk.

“Jadi, rata-rata kami produksi per pcs itu bisa sampai 2.000 kadang bisa juga sampai 5.000 piece sebulannya, tergantung di pesanan kadang bisa sampai 30.000-an,” beber Roy. (*)

Editor: Sarno Kenes
Sumber: Diskomdigi Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri di Baturetno

6 Juni 2026 - 06:42 WIB

Hasil FIFA Matchday: Timnas Indonesia Vs Oman, Skuad Garuda Menang Telak 3-0

6 Juni 2026 - 01:48 WIB

Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Ngluruk ke Kantor Pemkab Wonogiri, Desak Evaluasi Kinerja Camat Fredy Sasono

5 Juni 2026 - 19:59 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Sekda Trenggalek Pimpin Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026 - 11:07 WIB

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.
Trending di Berita Terkini