PanselaNews.com [PROBOLINGGO] – Dalam upaya memperkuat nilai spiritualitas dan mendorong pendidikan inklusif, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama penyandang disabilitas netra di Musholla At-Tarbiyah Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. Digelar Kamis, 5 Maret 2026, kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat.
Kegiatan tadarus diikuti para penyandang disabilitas netra dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan Al-Qur’an braille. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana ibadah di bulan Ramadan, tetapi juga ruang kebersamaan yang menegaskan pentingnya kepedulian dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono menyampaikan pihaknya terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Termasuk bagi penyandang disabilitas netra.
“Dinas Dikdaya terus mendorong layanan pendidikan inklusif di satuan pendidikan, termasuk akses bagi para penyandang disabilitas dengan dukungan regulasi melalui Peraturan Bupati dan Peraturan Daerah sebagai payung hukum pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk dalam memperoleh pendidikan yang layak,” ungkap Hary Tjahjono.
Menurut Hary, pemerintah daerah juga terus memperkuat implementasi pendidikan inklusif melalui penguatan sekolah inklusif. Pengembangan Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta berbagai program afirmatif lainnya. Tujuannya agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan.
Lebih lanjut Hary memaparkan kegiatan tadarus bersama tersebut menjadi refleksi inklusivitas bukan sekadar wacana, tetapi praktik nyata yang menyentuh nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Momentum Ramadhan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati dan memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menegaskan bahwa setiap insan memiliki hak yang sama dalam mengakses pendidikan dan menjalankan ibadah dengan penuh martabat,” imbuh Hary.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap semangat inklusivitas semakin tumbuh di lingkungan satuan pendidikan maupun masyarakat. Sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang ramah, setara dan menghargai keberagaman.














