Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Feb 2025 18:25 WIB

Pimpinan Partai Agar Jauh Lebih Bijak Bersikap!


					Pimpinan Partai Agar Jauh Lebih Bijak Bersikap! Perbesar

Penulis: Hartanto Boechori Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI)

Surabaya, 21 Februari 2025
Kemarin, Kamis (20/2/2025), Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristianto, ditahan oleh KPK. Buntut penahanan Hasto, pada hari yang sama, Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarno Putri, melarang seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah kader PDIP, mengikuti retret; acara pembekalan yang diselenggarakan Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri.

Instruksi surat dengan nomor 7294/IN/DPP /2025 dikeluarkan Kamis, 20/2/2025 itu ditandatangani Megawati.
“Diinstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan, sebagai berikut: Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21 – 28 Februari 2025, dalam surat instruksinya. PDIP juga memerintahkan seluruh kadernya yang sedang dalam perjalanan ke Magelang untuk berhenti dan putar balik serta menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum.

“Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call. Demikian instruksi harian ini disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tulisnya.  Instruksi Megawati itu disebarkan secara tertulis usai penahanan Hasto oleh KPK.

BACA JUGA  Kompak! TNI-Polri dan Instansi Terkait Kerja Bakti Bersihkan Material Sisa Kebakaran di Pasar Wonogiri

Penilaian saya, instruksi yang dikeluarkan Ketua Umum Partai itu bentuk pembangkangan serius terhadap Pemerintah yang sah serta sama sekali tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan semangat kebangsaan. Dan lebih dari segalanya, sangat merugikan rakyat.

Pembekalan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atas arahan Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri itu demi menjalankan amanat Undang Undang dan Peraturan serta aturan Negara lainnya. Tujuannya jelas, meningkatkan kapasitas Kepala Daerah dalam menjalankan pemerintahan agar pro rakyat.  Meningkatkan hak- hak rakyat.

Masyarakat wajib paham, program ‘retret’ itu sesungguhnya menjalankan amanat Undang undang. Setidaknya menjalankan amanat pasal 126 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pasal 24 ayat (1), Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 74 Tahun 2019 tentang Pembekalan dan Pelatihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, UU No. 63 Tahun 2016 tentang Ketahanan Nasional, Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2019 tentang Lembaga Ketahanan Nasional, Peraturan Kepala Lemhanas No. 15 Tahun 2020 tentang Pembekalan dan Pelatihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

BACA JUGA  Bantuan Rumah dari Pemprov Jateng Ubah Hidup Subali, Penjual Bakso Keliling di Wonogiri

Provokasi agar Kepala Daerah melakukan pembangkangan terhadap program pemerintah, terlebih demi menjalankan amanat Undang Undang, adalah perbuatan kriminal berpotensi sebagai ancaman serius terhadap persatuan kesatuan bangsa. Saya dorong Presiden tegas terhadap siapa pun yang sengaja mencoba melemahkan institusi negara dan memperkeruh suasana politik, termasuk pimpinan partai politik yang melanggar hukum dan regulasi.

Tindakan pembangkangan menolak atau memboikot amanat Undang undang seperti itu, terlebih yang dilakukan secara terorganisir, adalah bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Negara hukum.  Bukan hanya merongrong kewibawaan Pemerintah dan Negara, tetapi juga menciderai kepentingan rakyat yang menjadi prioritas utama.

Indonesia Negara hukum.  Setiap warga negara, tanpa terkecuali, wajib tunduk pada aturan baku. Saya berharap Presiden Prabowo Subianto memimpin dengan integritas tinggi, bijaksana, dan adil dalam menegakkan supremasi hukum serta memastikan semua pihak bekerja sama demi kepentingan Nasional demi tercapainya Indonesia yang lebih baik, damai dan sejahtera.

BACA JUGA  Proses Pendirian Badan Hukum BUMDes Dipercepat untuk Pemberdayaan Desa

Seluruh elemen bangsa agar bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Saya juga mengimbau seluruh pemimpin partai politik untuk menjaga etika politik yang sehat, mengedepankan dialog konstruktif, dan tidak menggunakan jabatan atau pengaruh untuk melemahkan institusi Negara. Apalagi jika dilakukan dengan cara-cara yang dapat merugikan masyarakat luas. Kepentingan rakyat, Negara dan Bangsa harus selalu menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Sebagai bagian masyarakat Pers, PJI berkomitmen terus mengawal proses demokrasi di Indonesia dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, independensi dan profesionalisme. Media memiliki peran strategis mencerdaskan kehidupan bangsa dan memastikan informasi yang disampaikan kepada publik, akurat, berimbang dan bermanfaat.

Salam Pers,
Hartanto Boechori,
Ketua Umum PJI
Persatuan Jurnalis Indonesia

Penulis

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Hartanto Boechori: Pak Presiden Jurnalis Bukan “Londo Ireng”

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Terkini