Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Jun 2025 06:46 WIB

Prabowo: Hukum Adil Kunci Sukses Indonesia, Hakim Garda Terakhir


					Presiden Prabowo menyampaikan sambutannya saat menghadiri acara Pengukuhan 1.451 Hakim Mahkamah Agung, di Kantor Mahkamah Agung, Jakarta pada Kamis, 12 Juni 2025. (Foto: BPMI Setpres)
Perbesar

Presiden Prabowo menyampaikan sambutannya saat menghadiri acara Pengukuhan 1.451 Hakim Mahkamah Agung, di Kantor Mahkamah Agung, Jakarta pada Kamis, 12 Juni 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Tekankan Peran Hakim dalam Wujudkan Keadilan Nasional

Panselanews.com [JAKARTA] – Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa sistem hukum yang adil dan kuat menjadi syarat utama keberhasilan sebuah negara, khususnya Indonesia yang memiliki keragaman etnis, agama, dan budaya. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pengukuhan 1.451 hakim Mahkamah Agung di Kantor Mahkamah Agung, Jakarta, pada Kamis (12/6/2025).

“Hukum yang adil adalah fondasi negara sukses. Indonesia dengan 300 juta penduduk dan ratusan kelompok etnis hanya bisa maju jika keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Prabowo di hadapan para hakim dan pemangku kepentingan peradilan. Ia menekankan bahwa hakim sebagai garda terakhir sistem peradilan memiliki peran vital dalam menjaga ketertiban, stabilitas, dan integritas nasional.

Prabowo menjelaskan, sejarah menunjukkan bahwa negara gagal biasanya kehilangan kemampuan melindungi rakyat akibat lemahnya sistem hukum. “Negara yang sukses melindungi rakyat, memajukan kesejahteraan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti tujuan nasional kita,” katanya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya trias politika—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—yang saling mendukung untuk menciptakan tata kelola yang kuat.

“Eksekutif tidak bisa bekerja maksimal tanpa yudikatif yang independen dan berintegritas. Hakim adalah elemen kunci,” tegasnya. Prabowo menambahkan, penegakan hukum yang kuat akan memungkinkan institusi seperti TNI, Polri, dan kejaksaan bekerja optimal, menciptakan Indonesia yang tertib dan berhasil.

Acara pengukuhan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kebijakan ini sejalan dengan visi reformasi hukum nasional pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menitikberatkan pada keadilan dan transparansi.

Prabowo juga menyinggung tantangan kompleks Indonesia sebagai negara besar dan kaya sumber daya. Ia optimistis, dengan sistem hukum yang kokoh, Indonesia dapat menjadi negara yang disegani di dunia. “Hukum adalah instrumen peradaban. Kita wujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” tutupnya.(*)

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Gubernur Jateng: Penjaga Pintu Air, Pahlawan Swasembada Pangan Harus Sejahtera!
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini