Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran 80.000 Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli 2025. [Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr].
PanselaNews.com [KLATEN] –
Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) dalam sebuah acara yang digelar di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada Senin, 21 Juli 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Badan Hukum Koperasi kepada lima perwakilan ketua koperasi, yakni Bambang Gunarsa (KDMP Bentangan, Klaten), Jamaluddin Adiwijaya (KDMP Sumbung, Boyolali), Parni (KDMP Karangdowo, Klaten), Sumanto (KKMP Banyuanyar, Surakarta), dan Rizka Hidayati (KDMP Ceper, Klaten).
Acara ini disambut antusias oleh 8.523 kepala desa (kades) dan lurah se-Jawa Tengah. Acara hybrid ini juga diikuti secara daring oleh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, menandai langkah besar menuju kemandirian ekonomi desa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang tiba lebih awal, berjalan kaki sejauh satu kilometer bersama rombongan kades untuk menyapa peserta di tenda acara. “Antusiasme besar, artinya mereka ingin maju dan sejahtera,” ujar Luthfi.
Ia memastikan kelancaran acara dengan pengaturan kedatangan bergelombang dari 35 kabupaten/kota, seperti rombongan Banyumas yang tiba pukul 02.00 WIB untuk menghindari kemacetan.
Luthfi juga mengimbau peserta tertib saat kedatangan Presiden dan tetap hadir untuk undian doorprize, seperti 50 ekor kambing dan televisi.
Kepala Desa Kertasari, Brebes, Herman Budi Hartanto, yang tiba pukul 03.00 WIB bersama 292 kades dan 5 lurah, menyatakan optimismenya. “Kami berharap acara berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu Kepala Desa Jetis, Klaten, Mulyatno, menilai program ini luar biasa karena mendukung kesejahteraan melalui distribusi pupuk dan saprodi langsung ke petani, memotong rantai tengkulak dan rentenir. “Koperasi ini untuk masyarakat, termasuk simpan pinjam agar bebas dari pinjaman online,” ujarnya.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi melaporkan, dari 81.140 Kopdes/Kopkel yang terbentuk, 80.048 telah berbadan hukum, melampaui target Inpres No. 9/2025.
Program ini, yang melibatkan 13 kementerian dan dua lembaga negara, menargetkan 2 juta lapangan kerja dan pemerataan ekonomi. Zulkifli Hasan, Menko Pangan, menegaskan koperasi akan menjadi “tangan” pemerintah untuk swasembada pangan dan memberantas tengkulak. [*]
Editor: Sarno Kenes











