Edukasi Badai Dahsyat dari Climatologist BRIN
PanselaNews.com, Jakarta – Prof. Dr. Erma Yulihastin, klimatolog dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, mengedukasi masyarakat lewat akun X @EYulihastin pada 7 Maret 2025. Ia melaporkan tiga badai multisel melanda tengah malam ini di Sumatera Selatan (Sumsel), Jawa Barat-Banten, dan Jawa Tengah-Jawa Timur. Dalam meteorologi, badai multisel termasuk kategori badai dahsyat (severe storm), setara tornado. Erma menjelaskan, badai ini terdiri dari awan Cumulonimbus (Cb) lebih dari dua sel, berbeda dengan badai guruh biasa.

Dua jenis formasi badai multisel: klaster dan garis. Klaster dikenal sebagai MCC/MCS, sedangkan garis disebut Squall Line./ Foto: @EYulihastin
Erma memaparkan dua jenis formasi badai multisel: klaster dan garis. Klaster dikenal sebagai MCC/MCS, sedangkan garis disebut Squall Line. Dari pengamatan radar, badai di Jabar-Banten dan Jateng-Jatim merupakan campuran klaster dan garis, sementara di Sumsel hanya klaster. “Multisel bisa berkembang jadi supersel,” tulisnya, sambil mengunggah foto dan video penampakan awan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat soal fenomena cuaca ekstrem.
Badai multisel, menurut Erma, lebih kompleks dari thunderstorm biasa karena melibatkan beberapa sel awan Cb. Ia mengatakan, badai ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan seperti hujan deras, angin kencang, dan petir. Data radar yang ia bagikan menunjukkan pola pergerakan badai yang dinamis di tiga wilayah tersebut. Erma juga mengajak publik menyimak video penjelasannya untuk memahami lebih lanjut karakteristik badai ini.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Pacitan Hari Ini: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspada
Fenomena ini jadi perhatian karena terjadi di tengah musim hujan 2025. Erma, sebagai profesor riset klimatologi, menggarisbawahi pentingnya edukasi cuaca untuk kewaspadaan masyarakat. Dengan peringatan ini, warga di wilayah terdampak diharapkan waspada terhadap potensi bahaya. Postingan di X ini pun viral, mengundang banyak respons dari netizen yang ingin tahu lebih banyak soal badai multisel.









