Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 7 Mar 2025 05:19 WIB

Prof. Erma: 3 Badai Multisel Landa Sumsel, Jabar, Jateng Malam Ini


					Badai di Jabar-Banten dan Jateng-Jatim merupakan campuran klaster dan garis, sementara di Sumsel hanya klaster./ Foto: @EYulihastin Perbesar

Badai di Jabar-Banten dan Jateng-Jatim merupakan campuran klaster dan garis, sementara di Sumsel hanya klaster./ Foto: @EYulihastin

Edukasi Badai Dahsyat dari Climatologist BRIN

PanselaNews.com, Jakarta – Prof. Dr. Erma Yulihastin, klimatolog dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, mengedukasi masyarakat lewat akun X @EYulihastin pada 7 Maret 2025. Ia melaporkan tiga badai multisel melanda tengah malam ini di Sumatera Selatan (Sumsel), Jawa Barat-Banten, dan Jawa Tengah-Jawa Timur. Dalam meteorologi, badai multisel termasuk kategori badai dahsyat (severe storm), setara tornado. Erma menjelaskan, badai ini terdiri dari awan Cumulonimbus (Cb) lebih dari dua sel, berbeda dengan badai guruh biasa.

Dua jenis formasi badai multisel: klaster dan garis. Klaster dikenal sebagai MCC/MCS, sedangkan garis disebut Squall Line./ Foto: @EYulihastin

Erma memaparkan dua jenis formasi badai multisel: klaster dan garis. Klaster dikenal sebagai MCC/MCS, sedangkan garis disebut Squall Line. Dari pengamatan radar, badai di Jabar-Banten dan Jateng-Jatim merupakan campuran klaster dan garis, sementara di Sumsel hanya klaster. “Multisel bisa berkembang jadi supersel,” tulisnya, sambil mengunggah foto dan video penampakan awan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat soal fenomena cuaca ekstrem.

BACA JUGA  13 Hari Gelar Ops Zebra Candi 2025, Polda Jateng Catatkan 44 Ribu Kasus Pelanggaran Lalu Lintas

Badai multisel, menurut Erma, lebih kompleks dari thunderstorm biasa karena melibatkan beberapa sel awan Cb. Ia mengatakan, badai ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan seperti hujan deras, angin kencang, dan petir. Data radar yang ia bagikan menunjukkan pola pergerakan badai yang dinamis di tiga wilayah tersebut. Erma juga mengajak publik menyimak video penjelasannya untuk memahami lebih lanjut karakteristik badai ini.

BACA JUGA  Bupati Nur Arifin Hadiri Pengajian Akbar Milad ke-27 Yayasan Al Jihad Surabaya 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Pacitan Hari Ini: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspada

Fenomena ini jadi perhatian karena terjadi di tengah musim hujan 2025. Erma, sebagai profesor riset klimatologi, menggarisbawahi pentingnya edukasi cuaca untuk kewaspadaan masyarakat. Dengan peringatan ini, warga di wilayah terdampak diharapkan waspada terhadap potensi bahaya. Postingan di X ini pun viral, mengundang banyak respons dari netizen yang ingin tahu lebih banyak soal badai multisel.

BACA JUGA  500 Mahasiswa UIN Pekalongan Siap Ikuti KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini