Edy Priyono memimpin diskusi untuk pengendalian inflasi komoditas esensial.
PanselaNews.com, Jakarta – Dalam upaya menyikapi tantangan inflasi, Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono, baru-baru ini mewakili Kepala Staf Kepresidenan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah. Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri dan dilanjutkan dengan penjelasan dari Wakil Menteri Dalam Negeri. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Kementerian/Lembaga, instansi penegak hukum, serta seluruh kepala daerah dan jajaran, baik secara luring maupun daring.

Wakil Menteri Dalam Negeri/ Foto: @KSPgoid
Dalam kesempatan ini, KSP mengidentifikasi komoditas kunci yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Di antara komoditas tersebut adalah Cabai Rawit Merah, Beras Medium (Zona 3), Bawang Putih, dan Minyak Goreng “Minyakita”. Edy Priyono menekankan pentingnya pengawasan harga di daerah masing-masing agar stabil. Para kepala daerah diharapkan untuk secara proaktif memantau harga dan mengambil langkah tepat untuk menstabilkan situasi.
Namun, tidak hanya pemantauan harga yang menjadi fokus rapat ini. KSP juga mendorong daerah dengan harga komoditas tinggi untuk melakukan kerjasama antar daerah (KAD) dengan membeli dari lokasi yang menawarkan harga lebih terjangkau. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan masyarakat tidak tertekan oleh harga yang melonjak.
Baca juga: KSP Percepat PHTC SMA Unggul Garuda lewat Sinergi Kemendagri-Kemendiktisaintek
Sebagai tambahan, pemantauan harga dapat dilakukan melalui Panel Harga Bapanas atau dengan pengamatan langsung di lapangan. Pendekatan ini diyakini dapat membantu pemerintah daerah mengendalikan inflasi dengan lebih baik. Dengan keterlibatan aktif dari seluruh pihak terkait, diharapkan stabilitas harga komoditas esensial dapat segera tercapai, demi kesejahteraan masyarakat.(*)









