Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 5 Mei 2025 13:14 WIB

Ribuan Guru PAUD Ponorogo Tari Kolosal Dukung Monumen Reyog & Museum Peradaban


					Sebanyak 2.398 guru PAUD di Ponorogo menggelar tarian kolosal Gumebyaring Gunung Gamping di area car free day Jalan HOS Cokroaminoto, Minggu, 4 Mei 2025. (Foto: ponorogo.go.id)

Perbesar

Sebanyak 2.398 guru PAUD di Ponorogo menggelar tarian kolosal Gumebyaring Gunung Gamping di area car free day Jalan HOS Cokroaminoto, Minggu, 4 Mei 2025. (Foto: ponorogo.go.id)

Tarian Gumebyaring Gunung Gamping Warnai Hardiknas dan Promosi Budaya Lokal

Panselanews.com [PONOROGO] – Sebanyak 2.398 guru PAUD di Ponorogo menggelar tarian kolosal Gumebyaring Gunung Gamping di area car free day Jalan HOS Cokroaminoto, Minggu, 4 Mei 2025. Aksi ini menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan Monumen Reyog dan Museum Peradaban (MRMP) di perbukitan kapur Sampung. Gelaran ini juga bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025.

2.398 guru PAUD Ponorogo tari kolosal Gumebyaring dukung MRMP & Hardiknas 2025, promosikan budaya reyog & bahasa Jawa. (ponorogo.go.id)

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menyatakan tarian ini menunjukkan dedikasi luar biasa guru PAUD. Meski hanya ada dua TK negeri, ratusan TK dan PAUD swasta tetap berkembang berkat semangat para pendidik. “Kami ingin menonjolkan layanan pendidikan anak usia dini yang luar biasa,” ujarnya.

Tarian Gumebyaring Gunung Gamping menggambarkan keceriaan anak-anak meniru aktivitas penambangan batu kapur, sekaligus mempromosikan identitas budaya Ponorogo. MRMP, yang akan berdiri setinggi 126 meter, menjadi simbol kebanggaan lokal. Tarian ini merupakan gladi bersih sebelum dipentaskan di kawasan monumen.

Nurhadi menambahkan, reyog telah menjadi muatan lokal wajib di sekolah dasar dan menengah. Ia juga mengumumkan program Pono Boso Jowo untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa Jawa di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan memperkuat identitas budaya di kalangan pelajar.

Aksi kolosal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Guru PAUD berharap kesejahteraan mereka meningkat seiring wacana wajib belajar 13 tahun yang mencakup PAUD. Gelaran ini tidak hanya mempromosikan budaya, tetapi juga memperkuat semangat pendidikan di Ponorogo.

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Ditlantas Polda Jatim Gelar Inspeksi Angkutan Umum dan Bus Pariwisata di Trenggalek, Ini Hasilnya

Penulis

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini