Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Okt 2025 21:10 WIB

Sekolah Rakyat Trenggalek Jadi Sekolah Rakyat ke-50


					Sekolah Rakyat Trenggalek Jadi Sekolah Rakyat ke-50 Perbesar

Bupati Trenggalek, bersama jajaran Forkopimda ikut mengantarkan para peserta didik menuju Sekolah Rakyat Trenggalek, Selasa [30/9]

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Setelah penantian panjang, akhirnya Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek berhasil diluncurkan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Selasa [30/9/2025]. Tercatat Sekolah Rakyat Trenggalek ini menjadi Sekolah Rakyat ke-50.

Tidak hanya meluncurkan secara ceremonial saja, Bupati Trenggalek, bersama jajaran Forkopimda dan juga segenap tamu undangan ikut mengantarkan para peserta didik menuju Sekolah Rakyat Trenggalek. Mereka diajak mengenali sekolah yang nanti didiaminya.

Diawal ini pemerintah setempat lebih mengedepankan bagaimana cara anak peserta didik Sekolah Rakyat krasan tinggal, karena sifat pembelajaran di sekolah ini para siswa harus tingga di asrama yang telah disiapkan. Ada banyak fasilitas yang disiapkan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat peluncuran Sekolah Rakyat ini mengatakan, “Tentu saya bersyukur dilaksanakan Sekolah Rakyat. Saat ini ada 69 siswa siswi, mulai dari yang umurnya dari 7 tahun sampai degan ada yang SMP juga,” ucapnya.

BACA JUGA  Linmas Mojopuro Jatiroto Diperkuat untuk Jaga Kamtibmas Desa

Kemudian nanti di sini juga ada asrama langsung, karena sistemnya adalah boarding school. Dan saya berterima kasih, sembari juga kita menunggu progres untuk pembangunan sekolah permanen.

Jadi ini ruang kelas sementara dilaunching dan Trenggalek menjadi sekolah yang ke-50. Tenaga pengajar ada yang penugasan dari Dinas Pendidikan, kemudian juga ada tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan. Tadi juga ada tenaga dari Dinsos juga, selanjutnya  dari sentra terapi tadi, kemudian menyiapkan Psikolog juga.

Dan tadi saya juga berpesan, sekolah ini juga menjadi sekolah inklusi. Nanti akan juga dibuka ruang untuk tenaga pendidik yang inklusi, karena nanti teman-teman difabel harapannya juga bisa sekolah di sini.

Untuk menciptakan rasa nyaman dan timbul Homesick menurut Mas Ipin ada wali asuh  dan wali asrama. Dan mereka dulu Backgrounnya adalah pekerja-pekerja sosial yang memang sudah berikatan dengan para wali murid. Masuk kesini juga sudah melalui proses dialog, ditanya seperti apa?

BACA JUGA  Pemkot Kediri Resmikan "Omah Halal"

“Kita lihat tadi orang tua ngantar semua dan mancing responnya seperti apa tanya siapa yang berani maju dan semua maju, seneng. Kita lihat nanti perkembangannya dan kita evaluasi dan yang penting apa yang menjadi cita-cita Pak Presiden wong cilik itu bisa ngguyu itu semoga bisa terlaksana,” tandasnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati, menambahkan “Sekolah Rakyat hari ini di Trenggalek, alhamdulillah kita masuk 100 pertama. Menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek dengan menerima 3 rombel, 2 rombel SD dan 1 rombel SMP. 1 rombel idealnya 25 anak,” jelasnya.

Hasil konfirmasi penetapan terakhir 69 siswa. Tetapi masih ada beberapa siswa yang perlu rekonfirmasi ulang karena beberapa alasan, baik secara pribadi, maupun orang tua. Tenaga pendidikannya ada 16, 1 kepala sekolah, 2 guru agama, 2 guru SD dan 11 nya guru SMP.

Kemudian mereka akan langsung melakukan kegiatan MPLS. Hari ini masih didampingi oleh orang tua berikut teman-teman puskesmas akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada mereka. Kemudian langsung masuk asrama, insyaAllah mulai besok mereka akan mulai MPLS dan kita belum masuk akademik. Pokoknya perinsipnya anak-anak belajar bersenang-senang dulu untuk meminimalisir Homesick dan seterusnya.

BACA JUGA  Polda Jateng Bongkar Perusahaan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal di Brebes

Sementara itu untuk sarpras yang disediakan dalam sekolah rakyat ini menurut Plt. Kadinsos itu menuturkan mulai dari laboratorium, ruang makan, asrama, ruang kelas semuanya dengan pendekatan tekhnologi, tetapi insya Allah efektif semua barang-barang itu masih akan kita terima pada awal Oktober nanti.

“Pada tahap-tahap awal ini pokoknya mereka diseting supaya anak-anak krasan dulu. Termasuk ada konseling awal dari teman-teman konselor. Baik konseling kepada anak maupun konseling kepada orang tua, untuk memastikan seperti apa latar belakang situasi masing-masing anak,” tutup Christina.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Motor Tabrakan di Simpang Tiga Pracimantoro Wonogiri, Dua Orang luka Serius

22 April 2026 - 20:23 WIB

TMMD Sengkuyung II 2026 Resmi Dibuka di Tirtomoyo Wonogiri, Percepat Pembangunan Desa

22 April 2026 - 19:46 WIB

Pemprov Jateng Bangun 20 Unit Rumah Apung bagi Warga Terdampak Rob di Demak

22 April 2026 - 19:28 WIB

Baharkam Polri Cek Kesiapan Berbagai Peralatan di Polda Jateng, Wujud Kesiapan Jaga Harkamtibmas

22 April 2026 - 19:14 WIB

Sindikat Ekspor Fiktif Dibongkar Polda Jateng, Ribuan Unit Motor Diselundupkan ke Timor Leste

22 April 2026 - 19:00 WIB

Bupati Mas Ipin Dukung Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah

22 April 2026 - 13:36 WIB

Trending di Berita Terkini