Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 26 Okt 2025 08:54 WIB

Semakin Meriah! Ribuan Penari Tampil di Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025


					Semakin Meriah! Ribuan Penari Tampil di Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 Perbesar

Pagelaran kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 semakin meriah. Menampilkan 1.300 penari bertajuk “Selendang Sang Gandrung” di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10). Foto : Ghufron – JNR

 

PanselaNews.com [BANYUWANGI]–  Sebanyak 1.300 penari  menyemarakkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 bertajuk “Selendang Sang Gandrung” di Pantai Marina Boom, yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Ribuan penari tersebut, terdiri 1.100 penari berasal dari Banyuwangi,  serta 200 Penari Gandrung dari Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung, Kediri, Jakarta, Malang, Batu, Situbondo, Jember , Bali, Sulsel, Sumsel, Sorong dan dari USA serta melibatkan  45 pemusik gamelan, 40 orang pelatih dan 100 Opening Dancer.

Sejak Tahun 2022 Gandrung Sewu terpilih sebagai 110 Kharisma Event Nusantara yang merupakan program unggulan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini mengatakan Gandrung Sewu memberi pesan bahwa setiap keberhasilan besar selalu hadir dari kebersamaan yang tulus.

BACA JUGA  Kadiv Humas Polri Terima Kunjungan Kapuspen TNI, Sinergitas Kunci Lewati Tantangan

Banyuwangi juga memberi contoh bagaimana daerah dapat menggali dan mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik nasional bahkan internasional.

Budaya yang diwariskan dengan cinta dan dikelola dengan  profesional serta dipromosikan dengan semangat gotong royong ini menjadi sumber kebanggaan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Erwita Dianti mengatakan event Festival Gandrung Sewu pada tahun 2025 ini merupakan yang keempat kalinya sejak tahun 2022 telah masuk kedalam 110 Kharisma Event Nusantara.

“Ini membuktikan bahwa Festival Gandrung Sewu berkomitmen mengemas event yang sangat berkualitas,” katanya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, event ini  bukan sekadar untuk memukau mata tetapi untuk menyampaikan pesan dari jiwa Banyuwangi kepada dunia, bahwa keindahan lahir dari kebersamaan dan kekuatan tumbuh dari harmoni.

BACA JUGA  Cuti Bersama Nyepi dan Idulfitri 2026, Kantor Pertanahan Tetap Buka Layani Masyarakat

Menurutnya, Festival Gandrung Sewu digelar dari tahun 2012 dan konsisten  di selenggarakan setiap tahunnya, kemudian menjelma menjadi ikon kebudayaan Kabupaten Banyuwangi.

Sejak tahun 2022 festival ini menjadi bagian dalam Kharisma Event Nusantara. Tari Gandrung juga menjadi bagian warisan budaya tak benda Unesco. “Ini pengakuan bahwa Gandrung Banyuwangi  bukan hanya milik Indonesia bahkan dunia,”ujar Ipuk.

Lebih lanjut Ipul mengatakan, Gandrung Sewu merupakan strategi meningkatkan pariwisata dan menjadikan lokomotif pertumbuhan ekonomi, dimana sanggar, hotel, homestay, moda transportasi, UMKM semua terdampak. “Grandrung Sewu adalah etalase konsolidasi seluruh Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan merupakan gatering akbar serta kolaborasi yang telah menunjukkan hasilnya, “ungkapnya.

Selendang Sang Gadrung” merupakan pertunjukkan spektakuler yang mengangkat sisi terdalam dari kehidupan seorang Penari Gandrung.  Tidak hanya sebagai ikon Banyuwangi tetapi juga sebagai sosok yang menanggung sunyi dan harapan.

BACA JUGA  Komisi X DPR Setujui Proses Naturalisasi Ole Romeny, Geypens, dan Markx

Karya ini menyajikan perjalanan batin seorang Gandrung dari kegembiraan awal menari, kekaguman penonton hingga pergulatan batin menghadapi stiqma sosial dan pengorbanan yang harus dijalani. Pertunjukkan ini mengungkap makna selendang sebagi simbol cinta, beban dan pengabdian.

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi dibuka dengan Tarian Kuntulan Kolosal Thaharah, yakni  sebuah karya seni yang lahir dan berkembang dilingkungan Pondok Pesantren yang tidak hanya menampilkan keindahan gerak tetapi juga merupakan sarana dakwah non verbal yang memvisualisasikan pentingnya kesucian menuju gerbang menuju ibadah yang sempurna dan kesempurnaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor: Sarno Kenes
Sumber: Diskominfo Jatim

Penulis

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambut Bulan Kemerdekaan, PJW Resmi Meluncurkan Program HALO PJW untuk Wadah Laporan Warga

30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Kombes Pol Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

29 Juli 2026 - 15:21 WIB

Mencuri di Kamar Kost, Pria Ini Diringkus Warga Sebelum Diserahkan ke Polisi

29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Trending di Berita Terkini