Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Nasional · 2 Apr 2026 21:36 WIB

Kuliah Umum di Palu, Nusron Tekankan Pentingnya Sertifikasi Tanah


					Nusron Wahid saat memberikan kuliah umum di Palu. (Foto: Normawan/ Kantah Wonogiri) Perbesar

Nusron Wahid saat memberikan kuliah umum di Palu. (Foto: Normawan/ Kantah Wonogiri)

PanselaNews.com [PALU] – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah untuk mendorong peningkatan nilai ekonomi tanah melalui kepastian hukum. Dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Nusron menekankan bahwa legalitas aset merupakan instrumen vital dalam mengentaskan kemiskinan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Menurutnya, tanah yang tidak memiliki kekuatan hukum tetap hanya akan menjadi aset pasif yang tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pemiliknya.

Pentingnya Sertipikat Sebagai Akses Legal Ekonomi

Dalam orasi ilmiahnya di Auditorium UIN Datokarama Palu, Rabu (01/04/2026), Nusron Wahid menjelaskan bahwa banyak masyarakat memiliki aset lahan yang luas namun tetap terjebak dalam garis kemiskinan. Kondisi ini terjadi karena ketiadaan dokumen resmi yang diakui oleh negara.

BACA JUGA  Jateng Gratiskan Sekolah Swasta untuk Siswa Miskin di SPMB 2025

“Banyak orang memiliki tanah, tetapi belum bersertipikat sehingga tidak memiliki nilai ekonomi tanah. Maka lahirlah program PRONA yang kemudian kita pertajam menjadi PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap),” ujar Menteri Nusron di hadapan ratusan mahasiswa.

Ia mengutip teori ekonomi Hernando de Soto, yang menyatakan bahwa bantuan sosial bukanlah solusi tunggal mengatasi kemiskinan. Kunci utamanya adalah pemberian akses legal terhadap aset, sehingga masyarakat bisa masuk ke dalam sistem keuangan formal untuk mendapatkan modal usaha.

Percepatan Target 14,4 Juta Bidang Tanah Belum Terdaftar

Kementerian ATR/BPN mencatat lonjakan signifikan dalam pendaftaran tanah nasional. Jika sebelum tahun 2017 jumlah tanah bersertipikat hanya mencapai 45 juta, saat ini angka tersebut telah meroket hingga 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Lepas 619 Taruna/i STPN untuk KKN Pertanahan, Wamen Ossy Sampaikan Tiga Pesan Utama

Namun, Menteri Nusron mengingatkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah belum usai. “Masih ada sekitar 14,4 juta bidang tanah yang saat ini belum tersertipikasi. Inilah yang sedang kita kejar melalui akselerasi di berbagai wilayah,” tegasnya.

Tanpa legalitas, tanah rentan menjadi obyek konflik agraria dan tidak dapat digunakan sebagai jaminan perbankan. Oleh karena itu, percepatan sertipikasi menjadi prioritas utama guna meminimalisir sengketa sekaligus memperkuat posisi tawar ekonomi rakyat.

Peran Mahasiswa “Kampus 1000 Mimpi”

Menteri Nusron secara khusus mengajak mahasiswa UIN Datokarama Palu, yang dikenal sebagai Kampus 1000 Mimpi, untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran hukum pertanahan. Generasi muda diharapkan tidak apatis terhadap isu agraria yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA  Arsip Pertanahan Terdampak Bencana, Kementerian ATR/BPN Percepat Restorasi di Aceh Melalui Kolaborasi

“Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut memahami sekaligus membantu menyebarkan kesadaran akan pentingnya kepastian hukum atas tanah di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri ATR didampingi oleh Dirjen Tata Ruang Suyus Windayana, Staf Khusus Rezka Oktoberia, serta jajaran Kanwil BPN Sulawesi Tengah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Rektor UIN Datokarama, Lukman S. Thahir, yang berharap sinergi ini dapat memberikan wawasan praktis bagi civitas academica mengenai tata kelola agraria nasional. (Nor)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Kelola Sampah Jadi Energi, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendagri

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung, Transaksi Capai Rp2,73 Triliun

28 Agustus 2026 - 10:35 WIB

“Suara Pers, Suara Rakyat”,  DPR Jangan Bebal, Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Bakal Lantik Pengurus DPD PJI Kaltim 2026–2030

19 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Kejagung Hentikan Pengumpulan Data MBG di Daerah

14 Juli 2026 - 16:06 WIB

Trending di Berita Terkini