Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Nasional · 27 Feb 2026 09:15 WIB

Arsip Pertanahan Terdampak Bencana, Kementerian ATR/BPN Percepat Restorasi di Aceh Melalui Kolaborasi


					Arsip pertanahan sebagai nyawa layanan, Kementerian ATR/BPN percepat restorasi di Aceh melalui kolaborasi. (Foto : atrbpn.go.id). Perbesar

Arsip pertanahan sebagai nyawa layanan, Kementerian ATR/BPN percepat restorasi di Aceh melalui kolaborasi. (Foto : atrbpn.go.id).

PanselaNews.com [ACEH] – Sejumlah 95.000 arsip pertanahan berupa buku tanah dan surat ukur di sebagian wilayah Provinsi Aceh basah dan rusak. Tak kurang dari 165.000 warkah yang selama ini menyimpan jejak hak, sejarah, dan harapan masyarakat ikut terdampak bencana hidrometeorologi. 

 

Kerusakan tersebut terjadi akibat bencana yang melanda Provinsi Aceh pada 26 November 2025. Yang melumpuhkan sedikitnya delapan kabupaten/kota.

 

Di setiap lembar arsip yang basah dan rusak, tersimpan data penting yang menjadi penanda hak masyarakat atas sebidang tanah. Saat arsip-arsip itu terendam, yang terancam bukan sekadar helaian kertas, melainkan juga rasa aman para pemilik tanah.

 

Menyadari besarnya risiko tersebut, upaya penyelamatan arsip pun dipercepat. Di ruang-ruang yang masih berjejak lumpur, lembar demi lembar dokumen dibersihkan, dikeringkan, dan dipilah. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, Arinaldi, menyebut pekerjaan ini bukan perkara singkat.

 

BACA JUGA  Siap-Siap Mudik! Jadwal Libur Idulfitri 1447 H 2026 Resmi Ditetapkan

“Kalau kita hitung mungkin lima tahun ke depan baru selesai untuk 165.000 dokumen. Karena itu, proses restorasi ini kami lakukan bersama berbagai pihak,” kata  Arinaldi.

 

 Arinaldi mengatakan ia berharap pihaknya dapat mempercepat normalisasi pelayanan melalui restorasi. Dan seluruh arsip yang terdampak dapat selesai pada akhir tahun 2026.

 

Ada empat pilar yang saling bahu-membahu dalam restorasi menyelamatkan arsip pertanahan. Yaitu Kanwil BPN Provinsi Aceh, Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serta Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). 

 

Kolaborasi tersebut diibaratkan sebagai kunci. Semakin banyak tangan yang terlibat, semakin besar harapan arsip-arsip kembali pulih dan pelayanan pertanahan kembali berjalan normal.

 

Arinaldi meyakini, sinergi lintas lembaga bukan hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para taruna STPN yang ikut membantu restorasi arsip. 

 

BACA JUGA  Perindo Sulsel Diperkuat, Angela Tanoesoedibjo Lantik Abdul Hayat

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi institusi, masyarakat, serta membentuk karakter para Taruna/i STPN sebagai calon insan pertanahan yang profesional dan berintegritas,” tuturnya.

 

Di tengah sisa genangan air dan lumpur yang belum sepenuhnya surut, semangat untuk bangkit justru terasa semakin kuat. Restorasi ini tak hanya dimaknai sebagai penyelamatan dokumen negara, tetapi juga sebagai momentum mempercepat transformasi layanan.

 

“Tidak hanya terkait dengan pembersihan dan penjemuran, tetapi bagaimana data tersebut bisa segera menjadi data digital,” ungkap Arinaldi.

 

Kantor Pertanahan yang saat ini sangat terdampak bencana diharapkan akan lahir kembali menjadi Kantor Pertanahan yang modern dan mampu melayani seluruh layanan pertanahan secara digital. 

 

Senada dengan itu, Kepala ANRI, Mego Pinandito, menuturkan bahwa pekerjaan penyelamatan arsip bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Penanganan arsip kerap terlihat sederhana, namun di lapangan, setiap tahap menuntut kesabaran, ketelitian, serta koordinasi lintas lembaga.

 

BACA JUGA  Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahas Program Strategis Nasional: Dari MBG hingga Ketahanan Pangan

Untuk proses restorasi di Aceh, ANRI menerjunkan langsung tenaga-tenaga yang profesional. Mereka bekerja berdampingan dengan jajaran BPN daerah, memulihkan satu per satu arsip yang terdampak. Bekerja bersama-sama memastikan agar di tengah bencana, jejak hak dan sejarah tanah masyarakat tetap terselamatkan.

 

“Penanganan arsip harus bersama-sama. Ada pilar-pilar utama dari kementerian, dalam hal ini Kementerian ATR/BPN sebagai pemilik arsip, kemudian pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, BNPB, serta ANRI, untuk membangun kolaborasi antar dan lintas kementerian, lintas pemerintahan, bahkan lintas kompetensi,” pungkas Arinaldi.

Penulis

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Jadi Pilot Project Transformasi Layanan Pertanahan Bersama KPK

8 Mei 2026 - 08:17 WIB

"Rapat koordinasi transformasi layanan pertanahan Sultra bersama KPK di Kantor Gubernur"

ATR/BPN dan ANRI Perkuat Pengelolaan Arsip Elektronik Pertanahan

7 Mei 2026 - 08:27 WIB

"Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan berbicara dalam webinar kearsipan"

Skor 74,15! Transformasi Digital ATR BPN Dipuji ANRI, Raih Penghargaan Arsip

7 Mei 2026 - 08:07 WIB

Kepala ANRI Mego Pinandito serahkan piagam penghargaan arsip statis kepada Sekjen ATR BPN Dalu Agung Darmawan

Gebrakan Baru MUI & ATR/BPN: Bangun Benteng Pertahanan Bencana dari Cikeas

4 Mei 2026 - 21:09 WIB

Menteri ATR BPN Nusron Wahid memberikan sambutan di Raker LAK-PB MUI.

Gebrakan Menteri ATR/BPN: Restrukturisasi Distribusi Tanah Demi Keadilan Ekonomi

4 Mei 2026 - 20:50 WIB

Menteri ATR BPN Nusron Wahid berbicara di podium kuliah umum UNWAHAS.

Kapok Pakai Calo, Warga Tangerang Bongkar Mudahnya Urus Sertipikat Mandiri di BPN

4 Mei 2026 - 20:40 WIB

Warga sedang berkonsultasi di loket Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.
Trending di Berita Terkini