Outing Class Berbasis Deep Learning Bawa Siswa Pahami Sejarah Walisongo
Panselanews.com [DEMAK] – Sebanyak 32 siswa kelas 10 TO 1 SMK Negeri 1 Sayung mengikuti outing class ke Museum Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijogo pada Rabu (21/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bertema “Metode Da’wah Walisongo di Tanah Jawa,” menghadirkan pengalaman deep learning yang menggabungkan teori dengan realitas sejarah.

Siswa SMKN 1 Sayung antusias mengikuti tur sejarah di Museum Masjid Agung Demak, mempelajari jejak Walisongo pada 21 Mei 2025. (Foto: Beni/PNN)
Guru PAI Arifudin Zakaria menjelaskan bahwa kunjungan ini dirancang untuk memperkaya wawasan siswa tentang sejarah penyebaran Islam melalui Kerajaan Demak Bintoro. “Lokasi Museum Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijogo sangat relevan dengan materi, mendukung pendekatan mindful, meaningful, dan joyful learning,” ungkapnya.
Khusni Mubarok, pengurus museum, memaparkan sejarah berdirinya Masjid Glagahwangi hingga menjadi Masjid Agung Demak di bawah Sultan Raden Fatah. “Generasi muda harus memahami warisan leluhur untuk menjadi pribadi arif dan termotivasi mengembalikan kejayaan Demak,” pesannya.
Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, banyak di antaranya baru pertama kali mengunjungi situs bersejarah ini. Mereka terpukau oleh koleksi museum, filosofi Soko Tatal, dan evolusi Masjid Agung Demak. Kegiatan ditutup dengan ziarah ke Makam Kasepuhan, Kaneman Raja-Raja Demak, dan Makam Sunan Kalijogo, memperkaya dimensi spiritual siswa.
Orangtua siswa mengapresiasi program ini, yang tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual. Outing class ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis pengalaman mampu membawa siswa lebih dekat pada akar budaya dan sejarah Islam Jawa.
Penulis: Beni/PNN
Editor: Tri Wahyudi










