PanselaNews.com, Solo – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa ribuan karyawan PT Sritex menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, segera mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah ini, memastikan tidak ada karyawan yang menganggur akibat terjadinya PHK tersebut.

Ahmad Luthfi: Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan memberikan solusi nyata di tengah tantangan ekonomi. (Foto: Zulkarnain)
Usai pertemuan dengan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Jumat (28/2), Ahmad Luthfi menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan vokasi. “Kita akan lakukan vokasi. Jadi artinya kita akan siapkan Badan Latihan Kerja (BLK). Saya sudah koordinasi dengan tingkat kementerian untuk kita lakukan penanganan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Luthfi menjelaskan bahwa karyawan yang terkena PHK tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka akan difasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja di wilayah Jateng. “Mereka yang terkena PHK akan ditampung di perusahaan lain di Jateng yang mungkin membutuhkan,” ungkap Luthfi.
Baca juga: Pemerintah Jateng Perkuat Modal 9 BUMD untuk Optimalkan Pendapatan Asli Daerah
Gubernur berharap pelatihan melalui BLK dapat memberikan peluang bagi karyawan yang terdampak untuk kembali berkarya dan mengurangi angka pengangguran di Jateng. “Kita tampung mereka, sehingga Jateng tidak terlalu banyak yang berkaitan dengan pengangguran,” tambahnya dengan nada optimis.
Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan memberikan solusi nyata di tengah tantangan ekonomi. Diharapkan, dengan langkah-langkah strategis ini, Jateng bisa terus bergerak maju dan mengurangi dampak negatif dari PHK di industri tekstil.(*)









