Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 25 Agu 2025 20:32 WIB

Tradisi Metri Bumi, Mas Ipin Ajak Masyarakat Lestarikan Pohon dan Jaga Sumber Air


					Tradisi Metri Bumi, Mas Ipin Ajak Masyarakat Lestarikan Pohon dan Jaga Sumber Air Perbesar

Menurut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, walaupun bupatinya tidak ada, asalkan pohon-pohonnya terjaga, sumber-sumbernya bersih maka kehidupan akan tetap terjaga.

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berpesan kepada masyarakat untuk melestarikan pohon dan menjaga kelestarian pohon disekitar sumber air. Hal itu disampaikan Mas Ipin saat upacara adat Metri Bumi, di Desa Masaran,Bendungan, Trenggalek, Senin, 25 Agustus 2025.

Menurutnya walaupun bupatinya tidak ada, asalkan pohon-pohonnya terjaga, sumber-sumbernya bersih maka kehidupan akan tetap terjaga.

Sudah saatnya memang manusia hidup berdampingan dengan alamnya. Kelestarian lingkungan hidup perlu untuk dijaga, utamanya keberlangsungan sumber-sumber air yang ada. Ini yang ingin dihidupkan dan dilestarikan kembali oleh Bupati Trenggalek dengan mengadakan kegiatan Metri Bumi. Dimana masyarakat diajak menjaga keberadaan pohon yang menjadi alat untuk mempertahankan keberadaan air di beberapa mata air yang ada.

Harapannya ini menjadi suatu kebiasan baru yang terus dilestarikan. Menganggap ini penting karena air memang menjadi sumber penghidupan bagi manusia dan lingkungannya.

BACA JUGA  Kecelakaan Maut di Jalan Raya Selogiri - Wonogiri, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

Apalagi di Trenggalek bila musim kemarau bisa mengakibatkan bencana kekeringan, sedangkan musim penghujan bisa mengakibatkan bencana banjir. Alam perlu dijaga untuk menyelamatkan kita. “Alhamdulillah ini di desa Masaran. Jadi seperti tadi yang saya sampaikan saat Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” ucapnya, Senin [25/8]

Menggambarkan Trenggalek, sambung kepala daerah muda itu “kalau tidak ada bupatinya, asalkan pohonnya masih banyak, sumber-sumbernya bersih maka masih ada kehidupan,” lanjutnya.

Jadi semoga ini menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat bahwa kegiatan seperti ini jadi kegiatan yang patut dilestarikan.
Alhamdulillah ini di desa Masaran. “Seperti tadi yang saya sampaikan metri bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” tutupnya.

Senin itu kegiatan Metri Bumi dilaksankan di dua tempat yang berbeda. Pertama di Sumber Air Papringan, di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan. Mata air yang berada di bawah 3 pohon besar ini menjadi sumber penghidupan bagi 120 KK di sana. Untuk menjaga kelestarian sumber air tersebut tidak hanya mempertahankan pohon yang ada, Mas Ipin bersama warga menanam sejumlah pohon diantaranya pohon Lontar sesuai permintaan warga.

BACA JUGA  Apresiasi Lintas Agama Warnai Keberhasilan Operasi Lilin Candi 2025 di Jawa Tengah

Mata air ini tidak surut meskipun kemarau panjang melanda wilayah itu dan sekitarnya. Seperti halnya yang disampaikan oleh Sujatmiko, Camat Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, “semuanya mengeluarkan air dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat. Terbukti selang-selang air masih tertancap. Kemaraupun masih keluar airnya,” jelasnya.

Metri Bumi selanjutnya dilaksanakan di Sumber Air Panguripan yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan. Dinamakan panguripan, kata Kepala Desa setempat, Didik Hariyanto, “karena itu memang menjadi sumber kehidupan satu-satunya masyarakat  sekitar. Maksudnya panguripan disini, masyarakat di sini menggantungkan hidup dari sini dan bila tidak ada sumber ini tidak dapat hidup,” terangnya.

Ditambahkan kades itu, “kemarau masih tetap mengalir. Bahkan kalau yang dibawah justru kurang air, yang di sini tidak kekurangan dan bahkan mampu mengaliri 136 KK,” imbuh Didik.

BACA JUGA  Pj Bupati Probolinggo Ugas resmikan ruang PATEN Kecamatan Kraksaan

Kasim (70) warga sekitar menyebut sumber air ini bernama Sumber Asli, menurutnya  berada di RT. 12 RW. 3, Dusun Ngerjo, Desa Sumberejo Durenan. Tetap terjaga karena warga sekitar memang dilarang merusak alam disekitar sumber air tersebut.

Sekarang ini sumber air ini dimanfaatkan untuk Pamsimas yang disalurkan ke rumah-rumah warga dengan iuran Rp. 6.500  per bulan. Uang tersebut digunakan untuk perawatan jaringan dan kegiatan lingkungan lainnya. Ditambahkan Kasim, disekitar sumber air terdapat pohon Beringin yang dipercaya kuat menyerap dan menampung air dan juga pohon Jabon.

 

Terkait Program Metri Bumi ini, pria paruh baya itu sangat setuju dengan program ini. Menurutnya, “seharusnya begitu, karena kita harus bisa menjaga sumber-sumber air. Apalagi  kita menggantungkan hidup dari sana. Air yang kita minum dari situ juga,” tandasnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Trending di Berita Terkini