Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 25 Okt 2024 19:15 WIB

Trenggalek Jadi Tuan Rumah Kejurprov E-sport Provinsi Jatim 2024


					Trenggalek Jadi Tuan Rumah Kejurprov E-sport Provinsi Jatim 2024 Perbesar

PanselaNews.com,Trenggalek – Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati, membuka langsung Kejurprov E-sport Provinsi Jawa Timur di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada Jumat (25/10).

Pjs. Bupati Trenggalek itu berharap dari Kejurprov ini nantinya lahir atlet-atlet bertalenta yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat regional, namun juga nasional hingga internasional.

Kurang paham terhadap olahraga Esport, setelah mendengarkan sambutan Ketua Umum E-sport Jatim, Brigjend Pol Rudy Trenggono, Erma menjadi lebih paham terhadap olah raga ini.

“Saya semakin mengenali dengan baik apa itu E-sport yang menjadi juga kunci utama pembangunan generasi yang ada di era digital ini. Dengan era digital ini semua memang tanpa batas tanpa halangan, oleh karena itu adanya perkumpulan atau E-sport Indonesia kelembagaan yang menaungi ini kita mengharapkan bisa menjadi suatu jenis olahraga yang memang diminati dan memiliki prospek karir ataupun prospek income yang tinggi nantinya,” kata Pjs.Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu E, saat membuka gelaran E-sport tersebut.

BACA JUGA  38 Bhikkhu Thudong Disambut Ahmad Luthfi di Semarang Menuju Waisak

Saya memang menyambut baik, sambung Pjs.Bupati  itu ” Kehadiran kontingen dari 27 kabupaten/ kota yang hadir pada hari ini.  Kabupaten Trenggalek sangat berbahagia menjadi tuan rumah penyelenggaraan esport provinsi Jatim di tahun 2024. Peminat olahraga ini memang cukup besar, kalau saya lihat di berbagai tempat anak-anak muda latihan serius, ternyata memang ini untuk menguji ketangkasan. Sehingga perlu latihan-latihan,” imbuhnya.

“E-sport ini lebih kepada video game. Maka ini membuktikan bahwa bermain game itu tidak selalu buruk karena kompetisi yang sehat. Kalau kita tarik dengan positif maka ini akan menjadi karir dan juga income atau pendapatan yang menjanjikan,” tutupnya.

Brigjend Pol Rudy Trenggono, Ketua Esport Indonesia (ESI) Jawa Timur,  menambahkan dinamika olahraga esport sangat tinggi peminatnya di Jawa Timur, untuk  itu pihaknya perlu mewadahi bakat minat ini dengan menggelar kompetensi ini.  Disampaikan oleh Rudi Trenggono “Jawa Timur melahirkan berbagai atlet baik skala nasional maupun yang bermain di klub-klub internasional. Jawa Timur juga sebagai tempat pertandingan esport di level Asia Tenggara,” tuturnya.

BACA JUGA  KAI Perkuat Layanan Kereta Ekonomi, Catat! Ini Daftar KA PSO yang Bisa Kamu Naiki

Ketua ESI Jawa Timur itu juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda penggemar olah rekreasi itu. Pihaknya bertekad untuk bisa mengembangkan oleh raga ini di Jatim, karena olahraga yang juga dipertandingkan  hingga Olimpiade itu ternyata bisa menjadi sumber income dan profesi baru.

Dari hasil telusurnya kepada salah satu atlet di di Banyuwangi, atlet ini mampu mendapatkan penghasilan hingga Rp.75 juta karena bergabung di salah satu klub di luar negeri. Angka ini belum bonus ketika memenangkan kejuaraan.

BACA JUGA  Miris! Belasan Pelajar di Trenggalek Kendarai Motor Tanpa Helm dan SIM

Melihat peluang ini ESI Jatim akan mencoba mengenalkan olahraga Esport ini ke sekolah sekolah bahkan menggelar kejuaraan antar sekolah sehingga lahir talenta talenta muda Jatim nantinya.

Tantangannya menurutnya menyadarkan kepada para guru bawasannya Esport merupakan olah raga yang bisa mendatangkan income dan juga memberikan peluang profesi baru, bila hobi itu disalurkan dan diwadahi secara positif.

PR lainnya adalah menyadarkan bagi para atlet itu sendiri bawasannya bermain esport ini tidak boleh lebih dari 2 jam. Karena bila lebih justru dapat mengganggu kesehatan mereka sendiri. Menurut Rudi bila banyak rehat justru malah dapat menguatkan refleks mereka. Namun sayangnya, kadang pemain lupa atau keasyikan, kemudian bermain hingga tengah malam sehingga dapat mengganggu kesehatan mereka. (Sar)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini