Atlet Exist Badminton Club Terciduk Remas Shuttlecock
PanselaNews.com, Batam – Dunia bulutangkis Indonesia dikejutkan oleh video viral yang memperlihatkan aksi kecurangan dalam ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) B Kepulauan Riau-Batam 2025. Seorang atlet muda dari Exist Badminton Club tertangkap kamera meremas shuttlecock saat poin kritis, memicu kemarahan netizen dan sorotan tajam terhadap sportivitas dalam olahraga.Dilansir dari akun TikTok @rositaprimasari0, insiden ini terjadi pada pertandingan tunggal putra saat kedudukan 19-20. Atlet yang mengenakan jersey kuning terlihat mengambil shuttlecock baru, meremasnya, dan melakukan serve. Aksi ini diduga sengaja dilakukan untuk mengubah arah dan kecepatan shuttlecock, sehingga menyulitkan lawan. Hasilnya, return serve lawan meleset, dan poin jatuh ke tangan atlet tersebut.Video tersebut memperlihatkan sang atlet beberapa kali meremas shuttlecock, yang menurut aturan BWF (Badminton World Federation) merupakan pelanggaran serius karena merusak integritas permainan. Akibatnya, atlet ini memenangkan laga dan lolos ke semifinal, tetapi kemenangan tersebut menuai kecaman karena dianggap tidak fair.
Menanggapi kontroversi ini, Exist Badminton Club langsung mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @existbadmintonclub_. Klub menegaskan bahwa mereka tidak mentolerir kecurangan dan berkomitmen menjunjung tinggi sportivitas.”Exist Badminton Club tidak mentolerir segala bentuk kecurangan dan menjunjung tinggi sikap sportivitas dalam setiap pertandingan di manapun,” tulis pihak klub.Sebagai langkah tegas, klub memberikan teguran keras kepada atlet yang bersangkutan dan menariknya dari babak semifinal sebelum video viral menyebar luas. Selain itu, sanksi internal juga diberikan untuk memperbaiki disiplin dan membentuk mental juara yang berintegritas.Ketua Harian Exist Badminton Club, Harry Hartono, menegaskan bahwa sportivitas adalah inti dari pembinaan atlet. “Kemenangan bukan diraih dengan hal yang mengotori semangat sportivitas,” ujarnya.
Video kecurangan ini memicu beragam reaksi di media sosial. Netizen menyoroti tidak hanya aksi atlet, tetapi juga peran pelatih dan wasit dalam pertandingan.“Pelatih juga harus diusut, apakah ada arahan untuk remas shuttlecock biar mleyot saat servis? Anak sekecil itu kok bisa berpikir curang,” tulis akun @ixan_goodmintonxxx.“Berikan sanksi yang mendidik agar di pertandingan berikutnya bermain jujur dan sportif,” komentar @setyo_xxx.Akun TikTok @rositaprimasari0 bahkan menyinggung kinerja wasit, menyebutkan bahwa pelatih kemungkinan besar mengetahui aksi atlet karena berada di posisi strategis. “Ini menjadi catatan buruk untuk wasit dan penyelenggara Sirnas B Batam 2025,” tulisnya.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan pentingnya sportivitas dalam olahraga, terutama di ajang seperti Sirnas B yang menjadi wadah pembinaan atlet muda. Dengan sanksi yang diberikan, Exist Badminton Club berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi atlet dan pelatih untuk menjaga integritas.Ajang Sirnas B Kepulauan Riau-Batam 2025, yang diadakan pada 15-20 April 2025, sejatinya bertujuan mencari bibit unggul bulutangkis Indonesia. Namun, insiden ini mencoreng semangat kompetisi yang seharusnya mengedepankan kejujuran dan kerja keras.











