Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 22 Apr 2025 18:01 WIB

Wagub Jateng Dukung Pelatihan Profesi Pemandu Wisata Pendaki Gunung


					Wagub Jateng Dukung Pelatihan Profesi Pemandu Wisata Pendaki Gunung Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1, Selasa (22/4/2025). (PanselaNewsPemprov Jateng)

PanselaNews.com,Semarang- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengungkapkan, potensi menarik dari profesi pemandu gunung untuk wisata pendaki di wilayahnya.

Peluang besar dari profesi tersebut masih sangat terbuka, melihat jumlah kunjungan pendaki dalam negeri dan mancanegara pada setidaknya 15 gunung di Jateng.

Menurut data Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), dalam setahun terdapat 960 ribu wisatawan baik lokal atau mancanegara pada 15 gunung di Jateng. Adapun jumlah pemandu wisata pendaki gunung masih berkisar 140-an orang, sehingga peluang pada profesi ini masih sangat terbuka dan dibutuhkan.

Informasi tersebut dikuliknya langsung dari pelaku pemandu gunung sekaligus instruktur di Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang I, usai membuka kegiatan pelatihan kerja berbagai bidang dengan peserta hampir 200 orang di lokasi tersebut,  Selasa 22 April 2025.

BACA JUGA  Wabup Syah Jawab Pertanyaan Fraksi DPRD Trenggalek terkait Ranperda APBD Perubahan 2025

“Hari ini saya lihat pelatihan kerja di BLK Semarang. Alhamdulillah semakin tahun ada perkembangan, baristanya berkembang, untuk cooking-nya (memasak) berkembang. Yang menarik ada satu tambahan yakni pelatihan pemandu wisata pendaki gunung. Ini dibutuhkan karena setelah saya diskusi, ternyata ada season-season (waktu) jumlah pendaki gunungnya meningkat. Baik dalam negeri dan luar negeri datang ke Jateng,” kata dia.

Dari catatan sejumlah instruktur, jadwal pemandu gunung akan padat pada season tertentu. Misalnya untuk pendaki dari luar negeri seperti Perancis, akan datang pada April-Oktober. Untuk pengunjung dalam negeri akan ramai pada Mei-Oktober. Kemudian pada akhir tahun akan low season (jumlah kunjungan turun) karena cuaca hujan sedang lebat.

“Ternyata bukan hanya di Jateng, pemandu (wisata pendaki) gunung di Indonesia masih kurang,” kata Taj Yasin.

BACA JUGA  Polres Wonogiri Gelar Rakor Lintas Sektoral Jelang Ops Ketupat Candi 2024

Untuk menjawab kebutuhan profesi pemandu gunung yang masih kurang, maka BLK Semarang I dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) mengadakan pelatihan kompetensi tersebut untuk pertama kalinya. Bahkan pelatihan kompetensi pemandu gunung bersama BLK maupun instansi lain baru mulai dilakukan pertama kalinya di BLK Semarang I.

“Satu-satunya yang melakukan pelatihan ini, maka kita dorong lagi. Saya senang inovasinya semakin bertambah semakin baik, dan halaman BLK juga luas,” katanya.

Pihaknya berharap fasilitas pelatihan kompetensi di BLK bisa lebih banyak lagi mengakomodir masyarakat dalam mengakses dunia kerja ke depannya. Pun dengan kemampuan dan pengalaman peserta pelatihan yang sudah pernah terjun di dunia kerja juga diharap bisa dipadupadankan dengan kompetensi yang diajarkan di BLK.

Sheylla Ayunda, Instruktur Ahli Pertama Tour Guide BLK Semarang I, menambahkan, terdapat pelatihan lain di antaranya Pemandu Ekowisata , Barista, hingga Commercial Cookery.

BACA JUGA  2 Pemuda Asal Kota Batu Malang Diringkus Polisi Wonogiri, Ini Kasusnya

Pesertanya menyasar kalangan dari orang yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), wilayah dengan kemiskinan ekstrem seperti di sejumlah desa tertentu. Mereka tidak dibatasi umur atau standar Pendidikan formal terakhir.

Usai lulus, peserta mendapatkan sertifikat standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). BLK juga bekerjasama dengan dunia usaha seperti Tomoro Coffe untuk penyerapan keterampilan  calon tenaga kerja.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng,  Ahmad Aziz, mengatakan, keterserapan alumni pelatihan di dunia kerja saat ini mencapai 80 persen. Khusus untuk BLK Semarang I berfokus pada Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan, Pariwisata, dan Perhotelan.

“Target pelatihan 1.764 peserta tahun ini,” kata dia. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini