Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 10 Mar 2026 19:24 WIB

Wagub Taj Yasin Ajak Santri Jadi “Content Creator” yang Bertanggung Jawab


					Wagub Taj Yasin Ajak Santri Jadi “Content Creator” yang Bertanggung Jawab Perbesar

Wagub Taj Yasin saat menutup Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026, di Pondok Pesantren Al-Inaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (10/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng) 

 

 

PanselaNews.com [ BATANG] — Di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap dipenuhi konten viral dan belum tentu benar, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta para santri untuk ikut memproduksi konten yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan itu disampaikan Taj Yasin saat menutup Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026, yang digelar Suara Merdeka Network di Pondok Pesantren Al-Inaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (10/3/2026).

Penutupan kegiatan ditandai dengan pemukulan kentongan sebagai simbol berakhirnya rangkaian Gerakan Santri Menulis.

Menurut wagub, perkembangan teknologi digital membuat siapa pun kini bisa menjadi penyebar informasi. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan besar, karena banyak informasi yang beredar tanpa melalui proses verifikasi.

BACA JUGA  Pesan Terakhir Bejo Sugiantoro ke Mat Halil: Tolak Pemain Titipan di Persebaya

“Sekarang siapa pun yang memiliki ponsel dan internet, bisa menyampaikan informasi. Tetapi sering kali tanpa rambu-rambu, dan tanpa memastikan kebenarannya,” ujar Taj Yasin.

Dia menilai, santri memiliki peran penting untuk menghadirkan konten yang membawa nilai kejujuran dan tanggung jawab. Bekal ilmu dan tradisi keilmuan di pesantren dinilai selaras dengan prinsip jurnalistik, yang menekankan keakuratan informasi.

Dalam tradisi keilmuan Islam, kata dia, proses penyampaian informasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Dalam ilmu hadis misalnya, tidak hanya periwayat yang diteliti, tetapi juga isi riwayatnya, agar dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA  6 Debt Collector Salah Sasaran Dibekuk Polda Jateng,  Dirreskrimum : Penarikan Paksa Adalah Pidana

“Tradisi Islam sejak lama sudah mengajarkan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi. Ini sangat relevan dengan dunia jurnalistik,” jelasnya.

Karena itu, Gus Yasin, sapaannya, berharap para santri yang mengikuti pelatihan Gerakan Santri Menulis, dapat menjadi bagian dari solusi di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital.

Santri, imbuh wagub, dapat berperan menyampaikan informasi yang benar, melakukan klarifikasi, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan di tengah masyarakat.

“Tidak semua hal harus viral. Tetapi jika sesuatu itu benar dan bermanfaat, maka itu juga perlu disampaikan, agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat,” bebernya.

Gus Yasin juga mendorong para peserta untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada santri lain di pesantren masing-masing, sehingga gerakan literasi dapat berkembang lebih luas.

BACA JUGA  Menteri Nusron Lantik 79 Pejabat Struktural Se-Indonesia, Tekankan Semangat Nationwide dan Sistem Meritokrasi

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko mengatakan, Gerakan Santri Menulis telah digagas sejak 1994, dan terus dilaksanakan hingga kini.

Menurutnya, perubahan ekosistem media yang kini semakin digital, membuat literasi jurnalistik menjadi semakin penting, terutama untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak memecah belah.

“Di media massa ada proses verifikasi yang ketat, mulai dari wartawan, editor hingga redaksi sebelum sebuah berita dipublikasikan,” ujar Toto.

Dia berharap, melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi santri penulis, yang mampu menghadirkan konten positif sekaligus memperkuat literasi informasi di tengah masyarakat. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Trending di Berita Terkini