Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 3 Agu 2026 20:32 WIB

BPS Jateng Catat Ekspor Januari-Juni 2026 Naik 23,53 Persen


					BPS Jateng Catat Ekspor Januari-Juni 2026 Naik 23,53 Persen Perbesar

 

FOTO: Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said (Dok.Ist) 

PanselaNews.com  [SEMARANG] – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Jawa Tengah selama Januari-Juni 2026 mencapai 7.207,69 juta dolar AS, atau naik 23,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tiga negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah masih didominasi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said mengatakan, secara kumulatif peningkatan ekspor pada Januari-Juni 2026 didorong oleh ekspor komoditas nonmigas, yang mencapai 6.701,28 juta dolar AS, atau naik 17,98 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

BACA JUGA  Ratusan Ojol Soloraya Demo di DPRD Surakarta, Tuntut Perlindungan dan Kesejahteraan

Sementara itu, ekspor komoditas migas mencapai 506,42 juta dolar AS, atau meningkat 227,43 persen.
Adapun, nilai ekspor pada Juni 2026 tercatat sebesar 1.342,37 juta dolar AS, atau naik 28,78 persen dibandingkan Juni 2025.

“Secara kumulatif, peningkatan nilai ekspor nonmigas didorong oleh sektor industri pengolahan, yang tumbuh sebesar 18,29 persen. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta sektor pertambangan dan lainnya, mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,78 persen dan 13,19 persen,” jelasnya, dalam rilis pers daring, Senin (3/8/2026).

Ali menjelaskan, pangsa ekspor nonmigas ke Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok mencapai 61,97 persen dari total ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas ke Amerika Serikat mencapai 3.297,62 juta dolar AS, disusul Jepang sebesar 546,64 juta dolar AS, dan Tiongkok sebesar 308,49 juta dolar AS.

BACA JUGA  Wabup Syah Natanegara Sambut Baik Kerjasama PT Jet dengan MBizmarket 

Sementara itu, komoditas unggulan yang diekspor ke tiga negara tersebut didominasi pakaian dan aksesori bukan rajut, pakaian rajut, perlengkapan elektrik, serta ikan, krustasea, dan moluska.
Pada kesempatan itu, Ali juga mengungkapkan neraca perdagangan kumulatif Jawa Tengah pada Januari-Juni 2026 mengalami defisit. Hal itu terjadi karena nilai impor pada periode yang sama mencapai 8.505,88 juta dolar AS.

Dia menjelaskan, peningkatan impor didorong oleh kenaikan impor bahan baku atau barang penolong sebesar 27,12 persen. Selain itu, impor barang konsumsi dan barang modal juga mengalami peningkatan.

BACA JUGA  Kapolres Trenggalek Apresiasi Terselenggaranya Disafest 2024

“Secara kumulatif pada Januari-Juni 2026, neraca perdagangan Jawa Tengah mengalami defisit sebesar 1.298,19 juta dolar AS atau setara 1,29 miliar dolar AS. Defisit tersebut disebabkan oleh defisit komoditas migas sebesar 2.827,98 juta dolar AS. Namun, jika dilihat dari komoditas nonmigas, neraca perdagangan Jawa Tengah masih mencatat surplus sebesar 1.529,80 juta dolar AS,” pungkas Ali. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Investor Amerika Kembali Lirik Jawa Tengah, Siap Garap Sampah Soloraya

3 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Dugaan Perundungan Verbal Guru SD ke Murid Terjadi di Eromoko Wonogiri

3 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Mobil Pikap Masuk Jurang di Sidoharjo Wonogiri, Sopir Selamat

3 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Kapolres Wonogiri Silaturahmi ke Kejari Wonogiri, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

3 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Respons Cepat Laporan Hotspot, Polsek Kismantoro Pastikan Lokasi Aman dan Tingkatkan Pencegahan Karhutla

3 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Ahmad Luthfi Minta PMI Jateng Jadi Garda Terdepan Hadapi Kekeringan

1 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Trending di Berita Terkini