Hujan Deras Diprediksi Melanda Temanggung, Salatiga, hingga Semarang
PanselaNews.com, Jakarta – Prof. Dr. Erma Yulihastin, klimatolog dan peneliti senior di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, memberikan peringatan penting melalui akun X-nya @EYulihastin pada 15 Maret 2025. Ia melaporkan adanya hujan deras (huder) yang terpantau di sebagian wilayah Jawa Tengah, seperti Temanggung, Salatiga, dan Purwodadi. Menurut prediksi, dasarian ketiga Maret akan membawa peningkatan intensitas hujan di wilayah utara Jateng, termasuk Semarang dan Grobogan, yang berpotensi memicu banjir di kawasan Pantura menjelang Lebaran.

Wilayah seperti Semarang, Grobogan, dan sekitarnya disebut berisiko tinggi mengalami banjir akibat curah hujan yang meningkat./ Foto: @EYulihastin
Dalam unggahannya, Prof. Erma menyoroti lonjakan tajam intensitas hujan yang dapat menyebabkan hujan ekstrem. Ia meminta masyarakat dan pemerintah setempat untuk waspada, terutama di wilayah utara Jawa Tengah. “Segera perkuat tanggul, keruk sungai, dan perluas drainase,” tulisnya, seraya berharap Semarang terhindar dari banjir besar. Peringatan ini menjadi krusial mengingat dampak banjir di Pantura kerap mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di musim mudik Lebaran.

Prof. Erma menyoroti lonjakan tajam intensitas hujan yang dapat menyebabkan hujan ekstrem./ Foto: @EYulihastin
Wilayah seperti Semarang, Grobogan, dan sekitarnya disebut berisiko tinggi mengalami banjir akibat curah hujan yang meningkat. Prof. Erma, yang dikenal sebagai ahli klimatologi dan perubahan iklim, menegaskan pentingnya langkah mitigasi segera. Data dari BRIN mendukung prediksinya, menunjukkan pola cuaca ekstrem yang dapat memperburuk kondisi jika tidak ditangani dengan baik. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan cuaca dan bersiap menghadapi potensi bencana.
Peringatan ini juga relevan bagi pemerintah daerah untuk mengambil tindakan preventif. Banjir besar di Semarang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pengingat bahwa persiapan infrastruktur, seperti tanggul dan drainase, sangat diperlukan. Prof. Erma berharap upaya bersama dapat meminimalkan risiko, sehingga Lebaran tahun ini berjalan lancar tanpa gangguan bencana alam di Pantura Jateng.
Baca juga: Squall Line Pecah, Tapi Huder Masih Bertahan: Wilayah Kendal hingga Semarang Waspada Cuaca Ekstrem
Sebagai penutup, unggahan Prof. Erma di X menjadi sorotan warganet dan media. Prediksi berbasis ilmiah ini diharapkan mendorong kesadaran kolektif untuk mengantisipasi hujan ekstrem. Dengan langkah cepat dan tepat, wilayah utara Jawa Tengah bisa lebih siap menghadapi ancaman banjir yang membayangi akhir Maret 2025.(*)










