Laka Lantas Bus Harapan Jaya Vs Truk Mitsubishi di Tulungagung. (Foto: Dok. Pol)
PanselaNews.com [TULUNGAGUNG ]– Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara bus PO Harapan Jaya dan truk Mitsubishi terjadi di utara jembatan Ngujang 1, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Selasa (28/4/2026) malam. Insiden tersebut diduga dipicu lantaran sopir bus mengambil jalur terlalu ke kanan hingga melanggar marka jalan dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Berdasarkan informasi dari kepolisian, bus Mercedes Benz PO Harapan Jaya bernomor polisi AG 7832 UT yang dikemudikan Yuda Adiputra (34) melaju dari arah utara. Saat melintas di lokasi kejadian, sopir diduga kurang konsentrasi dan tidak menjaga lajur kendaraan.
Bus kemudian bergerak terlalu ke kanan hingga melewati garis marka lurus tidak terputus. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi sehingga tabrakan keras pun tidak dapat dihindari.
Benturan antara kedua kendaraan tersebut membuat kondisi di lokasi sempat mencekam.
Arus lalu lintas tersendat dan warga sekitar berhamburan menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat kerasnya benturan.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menegaskan bahwa pelanggaran marka jalan merupakan salah satu penyebab fatal kecelakaan lalu lintas, khususnya pada kendaraan angkutan umum yang membawa banyak penumpang.
“Pengemudi angkutan penumpang membawa banyak nyawa. Jangan egois memakan jalur lawan. Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengemudi untuk disiplin,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa marka jalan bukan hanya pembatas jalur, melainkan bagian penting dalam menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan. Karena itu, disiplin berlalu lintas harus menjadi prioritas utama.
Peristiwa laka lantas ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengemudi agar selalu waspada, menjaga konsentrasi, dan mematuhi rambu lalu lintas demi menghindari kecelakaan yang bisa merenggut nyawa. (An Nisa)
Editor: Sarno Kenes









