FOTO: Ilustrasi orang tenggelam di sungai.(iStock)
PanselaNews.com [TRENGGALEK] –
Seorang siswa SMA di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, berinisial LFNH (17), tewas setelah terpeleset dan jatuh ke sungai saat mengikuti kegiatan jelajah Pramuka di Sungai Sawah Kentung, Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu,6 September 2026.
Kapolsek Watulimo Iptu Sumarsono, S.Sos., mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban mengikuti kegiatan penjelajahan bersama dua rekannya.
“Korban berjalan menjelajah bersama 1 regu terdiri dari 2 orang temannya, 1 regu tersebut jalannya baris, sesampainya di sungai sawah korban jatuh terpleset di sungai tersebut,” kata Sumarsono.
Dua rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, korban tidak berhasil diselamatkan karena kondisi sungai memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
“2 orang teman korban sempat menolong namun karena sungai tersebut dalam kedalaman sekitar 3 meter akhirnya korban tidak tertolong,” ujarnya.
Setelah kejadian, teman korban menghubungi Kepala Dusun Plapar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas jaga Polsek Watulimo.
Petugas kepolisian bersama warga dan petugas kesehatan mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi. Polisi juga mencatat keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan awal terkait kejadian tersebut.
Korban merupakan peserta kegiatan Pramuka di SMA Islam Watulimo. Kegiatan tersebut berupa Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan dan Pelantikan Penegak Bantara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026.
Kegiatan itu diikuti sekitar 30 siswa. Berdasarkan laporan kepolisian, pelaksanaan kegiatan pada 4 dan 5 September 2026 berjalan lancar. Peristiwa terjadi pada hari terakhir saat peserta mengikuti agenda penjelajahan.
Sumarsono mengatakan polisi telah melakukan sejumlah tindakan setelah menerima laporan, antara lain mendatangi tempat kejadian perkara, membantu evakuasi, mencatat keterangan saksi, dan melaporkan kejadian kepada pimpinan.
“Dugaan korban meninggal dunia akibat tenggelam/tidak bisa berenang,” kata Sumarsono. (*)
Editor: Sarno Kenes










