Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Mei 2025 19:08 WIB

Bansos Rp 12,3 Triliun untuk 3,47 Juta KPM di Jateng, Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen


					Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pertemuan pilar kesejahteraan sosial di Wonosobo, 1 Juni 2025. (Foto: Zulkarnain)

Perbesar

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pertemuan pilar kesejahteraan sosial di Wonosobo, 1 Juni 2025. (Foto: Zulkarnain)

Jateng Sinkronkan Data dan Program untuk Tekan Kemiskinan di Bawah 5% pada 2029

Panselanews.com [WONOSOBO] – Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 12,396 triliun untuk 3.476.830 keluarga penerima manfaat (KPM) di Jawa Tengah pada tahun 2025. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan, bansos ini mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026 dan kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029.

Dalam pertemuan dengan pilar-pilar kesejahteraan sosial di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Minggu (1/6/2025), Syaifullah menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi data. “Data harus sama dulu, lalu perencanaan, implementasi, dan monitoring evaluasi (monev). Outcome-nya harus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pilar kesejahteraan sosial di Jateng terdiri dari 4.986 pendamping PKH, 543 TKSK, 5.333 PSM, 1.064 TAGANA, 28 pelopor perdamaian, dan 111 pendamping rehabilitasi sosial. Mereka berperan penting dalam verifikasi data untuk memastikan bansos tepat sasaran.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan, sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci intervensi efektif. Berdasarkan data BPS per September 2024, angka kemiskinan di Jateng mencapai 9,58%, dengan kemiskinan ekstrem 0,89%. “Kolaborasi data memudahkan intervensi untuk menekan kemiskinan ekstrem,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng telah menerapkan tiga strategi utama: mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, meningkatkan pendapatan, dan menangani kantong kemiskinan. Salah satu program unggulan adalah Satu OPD Satu Desa Dampingan, yang menargetkan 1.287 desa prioritas dengan tingkat bansos di atas 60%. “Dinas-dinas kita turun langsung ke desa miskin untuk intervensi,” ujar Luthfi.

Selain itu, Pemprov Jateng mengalokasikan bantuan perbaikan 17.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2025 dan beasiswa pendidikan untuk 5.000 anak dari keluarga miskin melalui kemitraan dengan SMA/SMK swasta. Program ini terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk sarana sekolah rakyat.

Syaifullah menegaskan, keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi lintas sektor. “Presiden meminta semua program di lapangan dipadukan agar hasilnya maksimal,” tuturnya. Dengan langkah terkoordinasi, Jateng optimistis mencapai target penurunan kemiskinan sesuai arahan nasional.(*)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Serahkan Bantuan Mesin Listrik Tempel untuk Nelayan Waduk Gajah Mungkur

13 Mei 2026 - 19:22 WIB

Polres Wonogiri Ungkap Kekerasan Seksual di Pracimantoro Wonogiri ,Dua Pemuda Ditetapkan Tersangka

13 Mei 2026 - 19:09 WIB

Hari Bumi, Wagub Taj Yasin Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan

13 Mei 2026 - 17:20 WIB

Pemprov Aceh Study Tiru ke Trenggalek, Intip Implementasi Transaksi Non Tunai

13 Mei 2026 - 17:06 WIB

Modus Debitur Topengan di BPR Purworejo Diungkap, 314 Aset Disita Polda Jateng

13 Mei 2026 - 15:52 WIB

Polda Jateng Tangkap Pengedar Tembakau Sintetis di Bawen, Ngaku Kulakan di Medsos

13 Mei 2026 - 08:35 WIB

Trending di Berita Terkini